ramen

1.6K 147 31
                                        

"k-kenapa?"

"kenapa apa?"

"kenapa kamu tiba-tiba baik sekali padaku?"

"kau lebih memilih aku jahat padamu?"

"b-bukan," jihoon menjawab cepat, "hanya saja ... karena kamu temannya jaemin, dan kamu tak pernah ikut campur setiap jaemin menjahatiku, jadi kupikir tak ada alasan bagimu untuk menolongku."

"aku masih temannya jaemin, tapi kali ini kupikir dia sudah kelewatan. aku tak suka caranya. selain itu, kita satu sekolah dan juga bertetangga. kalau kau dalam bahaya dan aku tahu aku mampu menolongmu, kenapa aku tak melakukannya? aku sudah memikirkan kata-katamu di kedai es krim tempo hari. dan kurasa kau benar, orang yang paling jahat ialah orang yang hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa saat melihat orang lain disakiti. ya, 'kan?"

jihoon tertegun mendengar pidato singkat tersebut. butuh beberapa saat baginya untuk mencerna kata-kata lelaki itu. ia tak percaya junkyu masih ingat ocehannya di kedai es krim tempo hari yang rasanya sudah berlalu lama sekali. perlahan-lahan jihoon pun tersenyum, lalu berbisik dengan suaranya yang paling halus.

"terima kasih, junkyu."

mungkin atmosfir yang menentramkan dalam kamar itu atau ketenangan akibat gelapnya kamarlah yang mendorong jihoon untuk mendekatkan tubuhnya kemudian memberikan kecupan ringan pada pipi junkyu.

jihoon merasa jantungnya berdetak seratus kali lipat lebih kencang saat bibirnya bergesekan dengan pipi lelaki itu, dan ia yakin junkyu pasti dapat mendengar suara yang berdentum pada tulang rusuknya.

ini pertama kalinya jihoon membuat gerakan pertama untuk mencium junkyu (saat jihoon sadar, tidak mabuk). selama ini junkyulah yang selalu bergerak duluan.

si rambut blonde hanya bisa terbelalak saat merasakan bibir lembut tersebut menempel pada pipinya.

"terima kasih atas semuanya." saat mengucapkan kalimat tersebut, bibir jihoon bersentuhan dengan pipi junkyu. napasnya yang hangat membelai telinga lelaki itu.

tanpa ia sadari, tangan junkyu perlahan-lahan merayap ke atas lalu menangkupkan jari-jarinya pada kepala jihoon, sebelum membawa bibir penuh jihoon itu pada bibir tipisnya. junkyu menyusuri bibir jihoon dengan lidahnya, membuat si manis mengerang.

junkyu pun semakin menekannya dan mendorong bibirnya hingga terbuka. lidahnya gesit bergerak cepat, menjelajah seluruh rongga mulutnya, bertemu dengan lidah jihoon. pemuda park itu tidak menolak, bahkan merespon dengan bergairah.

junkyu menarik diri dan melihat pupil mata jihoon membesar, napasnya memburu. namun detik berikutnya jihoon kembali menyambut bibir lelaki itu beserta ciumannya yang manis dan hangat.

menuruti gerak cepat dan gairah junkyu serta sarafnya sendiri yang menginginkan hal tersebut, jihoon pun menyelipkan tangannya di sekeliling pinggang junkyu dan memeluknya erat.

bibir junkyu menjelajahi mulut jihoon dengan kecupan-kecupan yang membara, sebelum turun dan menghujani lekuk-lekuk lehernya dengan ciuman. jihoon menengadahkan kepalanya ke belakang, memberikan junkyu ruang lebih untuk memberikan tanda dan membasahi lehernya.

bukannya merasa jijik akan jejak basah yang junkyu berikan di lehernya, jihoon malah mendesahkan nama junkyu dengan begitu menggairahkan.

"sentuh aku, jihoon," bisik junkyu parau kemudian menggenggam tangan jihoon dan mengarahkannya di atas dada bidangnya yang hangat.

lelaki itu lalu bangkit duduk dan menarik jihoon ke pangkuannya. dengan cepat ia melepas kaus pemuda itu dan melemparnya ke suatu tempat di lantai.

ini bukan kali pertama melihat tubuh bagian atas jihoon tak tertutup apapun, namun melihat dada telanjang jihoon tetap membuat mulutnya mengering. dengan malu-malu jihoon berusaha menutupi pandangan lapar junkyu pada tubuhnya. namun, dengan mudah si kim itu menepis tangan jihoon.

lawless; kyuhoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang