jihoon terbangun untuk kedua kalinya hari itu, namun bukan karena kegelapan, melainkan karena cahaya terang matahari yang menembus sela-sela tirai jendela dan jatuh tepat di kelopak matanya.
begitu membuka mata, ia menyadari bahwa ia sendirian di atas tempat tidur yang besar itu. jihoon menyentuh tempat di sebelahnya dan ternyata tempat itu sudah dingin, yang berarti lelaki yang tertidur bersamanya semalam telah lama pergi.
pemuda manis itu bangkit duduk kemudian menghela napas.
semalam jihoon menangis sampai tertidur di pangkuan junkyu.
jihoon menangis untuk pemuda kim itu, menangisi kesedihan yang dirasakannya, karena ia tahu pemuda itu terlalu angkuh untuk menangisi dirinya sendiri.
jihoon menangis, memikirkan bocah kecil yang harus menanggung fakta bahwa cinta ibunya yang begitu besar untuk ayahnya pada akhirnya merenggut nyawanya sendiri.
akibatnya bocah itu tumbuh dengan mempunyai pengertian yang salah tentang cinta kasih, dan akhirnya menjadi dirinya yang seperti sekarang. jihoon tak menyangka bahwa dibalik semua kenakalannya, junkyu sebenarnya kesepian.
ya, jihoon mengerti apa yang junkyu coba sampaikan.
yang masih ia tak mengerti ialah ... mengapa lelaki itu menceritakan semua itu padanya? dia sampai begitu jauh menceritakan kalau dia adalah anak hasil perselingkuhan, ibunya yang bunuh diri, hingga bagaimana ia membenci ibu tirinya. semua itu seharusnya diceritakan pada seseorang yang sangat dekat dengannya.
bukannya dengan pemuda yang hampir tak dikenalnya.
jihoon tak pernah memikirkan ini sebelumnya, namun saat itu ia bertanya-tanya, sebenarnya hubungannya dan junkyu itu seperti apa?
bila jihoon menelusuri kembali asal-usul hubungan mereka yang tak jelas ini, sebenarnya pengikat antara mereka berdua hanya satu, yaitu mereka sama-sama bersekolah di sekolah yang sama. mereka jelas bergaul dalam lingkungan sosial yang berbeda. di sekolah pun kelas mereka yang sama hanya dua, dan dalam setiap kelas tersebut mereka hampir tak pernah berinteraksi satu sama lain.
baiklah, mungkin sejak taruhan jaemin mereka bisa dibilang makin dekat. tapi tetap tak sedekat itu. jihoon bahkan tak ingat junkyu pernah mengakuinya sebagai temannya. tidak, lelaki itu tak pernah berkata apa-apa.
kalau begitu jihoon seharusnya bukan siapa-siapanya junkyu, 'kan? dan lelaki itu seharusnya tak menceritakan rahasianya pada dirinya itu, bukan?
tetapi mengapa yang terjadi semalam malah sebaliknya?
semalam junkyu justru menceritakan kisahnya seolah-olah mereka kawan lama. seolah-olah mereka adalah kawan akrab. seolah-olah itu adalah hal yang paling wajar di dunia. seolah-olah ia memercayai jihoon...
junkyu ... mempercayaiku?
kedua tangan jihoon tanpa sadar terangkat menyentuh dadanya.
walaupun belum pasti, namun jihoon tak bisa mencegah dirinya berandai-andai apabila junkyu betul-betul memercayainya. pikiran menyenangkan tersebut membawa perasaan hangat yang kemudian menjalar ke setiap sel di tubuhnya.
senyum mengembang di bibir pemuda manis itu saat ia membiarkan pikirannya melayang jauh. mungkin terlalu jauh hingga jihoon berkhayal dia dan junkyu yang duduk berdampingan menikmati makan siang di bawah pohon favoritnya di lapangan belakang sekolah.
junkyu...
junkyu dan jihoon...
kedengarannya serasi, bukan?
lalu mendadak, layaknya batu bata ribuan ton, wajah menyebalkan na jaemin muncul dalam benaknya, menghempaskan khayalannya jatuh ke bumi dan menginjak-injaknya sampai hancur. hampir seketika jihoon pun membuka mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
lawless; kyuhoon
Fanfic(completed) menjinakkan kim junkyu yang liar mungkin sulit, namun jika berarti jaemin akan berhenti menindasnya, jihoon akan melakukannya. hanya saja, dia tidak tahu kalau cinta selalu muncul di saat yang tak terduga. a treasure's kyuhoon fanfic. ⚠️...
