"tiga puluh koin,"
na jaemin menghempaskan napas frustrasi ketika dompetnya hanya menyisakan uang lima ribu won, sementara koin yang ingin dibelinya di arcade berharga empat puluh ribu won.
ketika ia hendak ke ATM, muncul yoo jimin, gadis modis dari sekolahnya. dengan santai, karina membayar koin untuk mereka berdua tanpa diminta.
di arcade yang didominasi laki-laki, kehadiran karina menarik perhatian jaemin. gadis itu, yang mengaku sering bermain sejak SMP, dengan mudah mengalahkannya dalam lima pertandingan berturut-turut.
"sudah kubilang aku sering kesini," kata karina dengan senyum puas. meski kesal, jaemin tetap setuju bermain balapan mobil dengannya, meskipun merasa karina tak cocok berada di tempat itu.
selama bermain, mereka berbincang ringan. karina mengaku tak pernah bermain di sana bersama teman-temannya karena mereka pasti akan menolak tempat seperti itu. namun, jaemin tahu karina menikmati pengalaman itu, terutama karena ia bisa mengalahkannya.
di tengah permainan, karina menyentil kebohongan jaemin yang mengaku tak punya teman untuk diajak ke arcade. ia bahkan menunjukkan pesan dari ryujin, teman mereka, yang sebenarnya bebas malam itu.
pertanyaan mendalam mulai muncul, termasuk tentang hubungan jaemin dengan teman-temannya, juga tentang masalah pribadi karina yang melibatkan renjun. saat karna mulai kehilangan konsentrasi, jaemin menyadari ada sesuatu yang sensitif di balik ceritanya. namun, karina enggan membahas lebih jauh, hingga akhirnya ia setuju untuk berbagi jika jaemin juga bersedia cerita tentang dirinya.
"baiklah," ujar jaemin sambil memadamkan rokoknya. "mau pindah tempat?"
•
•
•
jaemin memesan americano, sementara karina memesan salah satu signature drink edisi musim semi yang berwarna pink. mereka berdua memilih meja paling pojok yang diapit oleh dua sofa empuk berwarna merah.
"sebelum aku bercerita, aku ingin kau terlebih dahulu mengerti bahwa semua ini terjadi di masa lalu. segala hal yang terjadi, sudah terjadi. mereka adalah bagian masa lalu dan tak akan lagi mempengaruhi masa depan. mengerti?"
jaemin mengangguk. biasanya kalimat pembuka yang klise tersebut akan mendapat respon yang sarkastik darinya. namun ia tak ingin membuat karina kesal dengan komentar tak pentingnya. ia terlalu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara renjun dan karina.
jaemin mengenal karina sama lamanya seperti jaemin mengenal renjun. mereka berdua itu sepanjang ingatan jaemin adalah sahabat karib. mereka bertiga menghabiskan masa kanak-kanak mereka di pyeongchang, sebagian besar dengan bermain di lapangan rumput peternakan mr. chow.
sampai mereka SMP dan pindah ke seoul pun tak ada yang berubah. renjun dan karina adalah sahabat sejati. meskipun jaemin berada di antara mereka karena cintanya pada renjun, namun dia tak pernah menjadi penghalang persahabatan kedua remaja tersebut.
atau setidaknya begitulah yang ia rasakan.
semuanya berubah sejak ... sejak SMA. tepatnya sejak junkyu pindah ke sekolah. sejak junkyu memasuki kehidupan mereka.
dan seperti aba-aba, kalimat tersebutlah yang pertama kali meluncur dari mulut karina.
"semuanya berubah pertama kali ketika junkyu memasuki kehidupan kita. ketika dia pertama kali pindah ke sekolah kita. " karina menunduk sambil mengaduk-aduk whipped cream dalam minumannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
lawless; kyuhoon
Fanfiction(completed) menjinakkan kim junkyu yang liar mungkin sulit, namun jika berarti jaemin akan berhenti menindasnya, jihoon akan melakukannya. hanya saja, dia tidak tahu kalau cinta selalu muncul di saat yang tak terduga. a treasure's kyuhoon fanfic. ⚠️...
