karena sangat kesal dengan junkyu di malam sebelumnya, jihoon memutuskan bahwa hari itu ia harus melakukan hal-hal yang positif untuk menghilangkan segala pikiran-pikiran negatifnya tentang si pria tampan berambut blonde.
oleh karena itulah ia sudah berencana bahwa hari itu ia akan bermain piano sampai siang, kemudian memanjakan perutnya dengan makan siang yang banyak, lalu bermain biola atau piano atau keduanya secara bergantian sampai malam, dan terakhir memanjakan perutnya dengan makan malam yang banyak sebelum ia pergi tidur.
rencana yang sangat bagus.
hanya saja ia tak menyangka sore itu na sehun akan mengetuk pintunya dan sekarang ia kembali berada di taksi bersama pria tersebut.
tanpa jihoon tanya, sehun sendiri langsung menjelaskan mengapa ia sering naik taksi. alasannya sederhana. tak seperti multijutawan lainnya, na sehun ternyata adalah orang yang sangat rendah hati. ia hanya punya dua mobil.
satu miliknya yang sebagian besar ia gunakan di peternakan, dan pada saat itu memang sedang berada di peternakan. dan yang satu lagi lamborghini jaemin yang mentereng. ya, jihoon tahu lamborghini yang mana.
"aku tidak suka pandangan orang-orang ke arahku. pandangan tersebut beragam, ada yang kagum, ada yang iri, ada yang tertarik. aku benci harus mengartikan semua pandangan orang-orang ke arahku. aku tahu bahwa lebih mudah jika aku mengabaikannya saja. tapi sejujurnya aku merasa lebih nyaman seperti ini." begitulah katanya.
filosofi keluarga park tentang mobil sangat berbeda jauh dengan pria tersebut. mobil? ya, tentu saja mereka punya banyak. sangat banyak.
ketika sehun sedang bercerita tentang peternakannya, untuk yang kesekian kalinya hari itu, pandangan jihoon jatuh pada layar ponsel yang sejak tadi berada dalam genggamannya.
ia tahu bahwa ia sudah bersikap sangat bodoh dan terlihat seperti remaja yang terobsesi pada ponsel. namun ia tidak bisa mencegah dirinya untuk berharap bahwa junkyu setidaknya menghubunginya. mungkin dengan dm atau sms.
jihoon tidak mengharapkan satu paragraf permintaan maaf. hanya sebaris kalimat aku minta maaf juga tidak apa-apa. heck, bahkan satu kalimat maaf pun akan membuat pemuda manis itu gembira.
jihoon membutuhkan apa saja, tanda sekecil apapun, yang membuktikan bahwa lelaki itu masih ingat padanya, masih ingat pada janji makan malam yang diucapkannya di koridor sekolah hari selasa lalu.
jihoon membutuhkannya supaya dia tahu bahwa apa yang ada di antara dia dan junkyu saat itu bukanlah suatu imajinasinya saja. bahwa pandangan dan senyuman hangat yang tertuju ke arahnya itu adalah nyata.
sehun tiba-tiba berdeham dan membuyarkan lamunan jihoon. "apa kau sedang menunggu telepon dari seseorang?" tanyanya lembut.
jihoon secepat kilat memasukkan ponselnya ke dalam tas tangan."t-tidak."
"kau sudah menatap ponselmu lima belas kali sejak kita meninggalkan rumahmu tadi."
benarkah? jihoon bahkan tak sadar ia sudah melakukannya sebanyak itu.
"kekasihmu?" sehun mulai bertanya lagi, nampaknya tak puas dengan sikap penuh rahasia si park.
lama jihoon hanya diam mematung sampai akhirnya ia mengangguk-lalu menggeleng dan ia pun menunduk. bingung.
"dari sekolah?"
jihoon mengangguk lagi.
"jaemin?"
jihoon memberi pria di sebelahnya pandangan horor yang seakan-akan berkata, kau bercanda 'kan? dan membuat sehun terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
lawless; kyuhoon
Fanfiction(completed) menjinakkan kim junkyu yang liar mungkin sulit, namun jika berarti jaemin akan berhenti menindasnya, jihoon akan melakukannya. hanya saja, dia tidak tahu kalau cinta selalu muncul di saat yang tak terduga. a treasure's kyuhoon fanfic. ⚠️...
