jihoon

963 126 43
                                        

⚠️ long chapter, jadi pelan-pelan aja bacanya yaa

enjoii,,


dulu sekali ibunya pernah berkata bahwa hidup manusia sebenarnya terdiri dari berbagai peristiwa yang terkesan acak. namun pada suatu hari nanti, di masa depan, mereka akan tiba pada titik dimana terjadi suatu peristiwa yang membuat seluruh peristiwa-peristiwa acak tersebut terlihat seperti sebuah rangkaian peristiwa yang saling berhubungan satu sama lain. kemudian apabila dilihat dari suatu sudut pandang yang lebih besar, rangkaian peristiwa tersebut akan terlihat sangat logis.

aksi. reaksi. konsekuensi.

setelah festival musim semi di kuil ssanggyesa, jihoon menemukan dirinya memikirkan teori ibunya tersebut. lucu bagaimana setelah semua emosinya habis jihoon malah teringat sesuatu yang dikatakan ibunya sambil lalu ketika mereka sedang mengunjungi kebun binatang.

chukkae, jihoon-ah. kau sudah memenangkan taruhanmu.

jihoon sama sekali tidak merasa ia baru saja memenangkan sesuatu. ia tidak merasa senang. ia tidak merasa bahagia.

senang adalah perasaan ketika ia berciuman dengan junkyu di bawah hujan.

senang adalah perasaan saat ia bersandar pada junkyu ketika mereka duduk berdua di dalam kereta api.

senang adalah perasaan seperti ketika ia menemukan junkyu berdiri di teras rumahnya sebelum mereka pergi ke kuil ssanggyesa.

maka tidak pada yang junkyu katakan. kalimat itu tidak membuatnya senang. kalimat itu justru terasa seperti meruntuhkan dunianya.

malam setelah junkyu meninggalkannya, jihoon langsung pulang dan mengunci diri di kamar. ia kemudian menangis, menangis, dan menangis. malam itu dia tidak tidur karena ia tahu kalau ia tertidur, tidurnya akan dihiasi mimpi buruk bayangan seorang pemuda berambut blonde dengan ekspresi terluka. ia terus menangis sepanjang malam hingga air matanya mengering di pagi hari.

segera setelah tangisannya berhenti, jihoon pun mulai marah. marah pada dirinya, karena dengan bodoh menyetujui tantangan yang diberikan jaemin. kemudian setelah tahu bahwa ia sudah jatuh cinta pada junkyu, ia tidak langsung memberitahu lelaki itu tentang taruhannya.

tidak. dia malah berpura-pura tidak ada taruhan di antara mereka dan tetap menghabiskan waktu bersama junkyu seolah-olah dia tidak punya dosa apapun.

namun dibandingkan pada dirinya sendiri, ia lebih marah lagi pada na jaemin.

lagipula siapa lagi yang bisa memberitahu junkyu soal taruhan itu kalau bukan dirinya?!

setelah semua kekejaman yang dilakukan lelaki itu padanya, jihoon kira dia sudah puas. apalagi setelah mereka berkompromi di go hari itu, jihoon mengira jaemin akan melupakan taruhannya.

namun tidak. lelaki itu justru melanggar ucapannya sendiri dan memberitahu junkyu soal taruhannya! jihoon tidak mengerti mengapa jaemin tega melakukan itu.

ya, ayahnya memang sudah mengusirnya.

ya, ayahnya memang pria yang sangat jahat.

ya, dia sudah membalas jihoon dengan menjadi orang yang sama jahatnya.

dan ya, jihoon sudah memaafkannya. tapi sekarang ini ... ini sungguh keterlaluan.

keesokan paginya, di tengah amarahnya jihoon pergi ke gudang untuk mencari tongkat pemukul baseball dari besi yang dulu pernah digunakan yeonjun saat bermain di liga kecil baseball.

lawless; kyuhoonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang