junkyu menyalakan lampu di meja tulis. mereka duduk berdampingan di lantai dengan bahu saling menyentuh saat melihat-lihat album tersebut. pada halaman pertama terdapat foto sebuah keluarga kecil.
foto tersebut diambil di sebuah gazebo. seorang perempuan asing berambut blonde tersenyum hangat ke arah kamera, kebahagiaan di wajahnya mungkin bersumber dari bayi laki-laki yang berada di lengannya serta seorang pria tampan berbadan tegap yang berdiri di sampingnya.
"ini kamu?" jihoon bertanya tanpa menoleh saat jari-jarinya menelusuri sosok junkyu sewaktu bayi.
"iya. lucu, ya?"
"iya," jihoon terkekeh. "ini ibumu?"
"iya."
"dia cantik sekali," puji jihoon tulus.
junkyu tidak menyahut.
"ini di mana?"
"di rumahku yang lama."
jawaban tersebut membuat jihoon menoleh. ia tiba-tiba teringat junkyu pernah mengatakan sesuatu tentang ia berasal dari australia. "di australia?"
"ya, aku lahir dan tinggal di sana sampai umur sembilan tahun sebelum ayahku membawaku ke inggris. setelah lulus smp aku baru pindah ke sini."
jihoon mengangguk-angguk. "aku dulu juga sempat tinggal di inggris," kenang jihoon. "keluarga ibuku sangat konservatif, dan ada sebuah tradisi kalau anak tertua harus tinggal dengan keluarga ibu sampai dewasa. tapi begitu nenek dari pihak ibuku meninggal, ibu membawaku kembali ke korea."
junkyu mengangguk. "ibumu orang inggris?"
"bukan asli turunan inggris. tapi sudah memiliki banyak keturunan di sana. tidak sama seperti keluarga ayah di korea. mereka turunan korea." ucap jihoon menjelaskan.
jihoon membalik halaman dan menemukan berbagai potret junkyu saat ia masih berumur beberapa bulan. di halaman selanjutnya jihoon menemukan foto junkyu yang sedang makan es krim di sebuah taman bermain. di situ ia sudah lebih besar, sekitar umur tiga tahun.
jihoon terkekeh saat melihat foto junkyu kecil dengan piyama smurf mendorong sepeda roda tiga pertamanya diantara tumpukan bungkus kado. "aku tak percaya ini kamu," komentarnya.
"kebanyakan orang memang tak percaya."
"kamu terlihat bahagia sekali di sini." jemari jihoon menyentuh foto junkyu yang digendong ibunya di sebuah kebun binatang dengan latar belakang seekor kanguru.
"aku tak terlihat bahagia sekarang?"
"b-bukannya begitu." jihoon membalik halamannya lagi. "hanya saja ... seperti ada sesuatu yang hilang." namun ia cepat-cepat menambahkan, "m-maaf aku sok tahu."
junkyu hanya bergumam "hn," tak menjawab apapun.
jihoon lalu menemukan sebuah foto junkyu kecil yang muram, berpakaian rapi, rambutnya dibelah tengah, dan memegang kitab suci di tangannya.
"hari pembaptisan," ujar junkyu sebelum si pemuda bermata hazel berkomentar apa-apa.
jihoon terkejut mendengarnya. "kamu kristen?"
junkyu hanya mengangkat bahu, "aku tak begitu punya pilihan saat itu."
"lalu...bagaimana sekarang?"
"aku lebih memilih tidak terikat pada kepercayaan apapun."
"kamu...tidak percaya Tuhan?"
junkyu hanya terkekeh. "tidak percaya agama bukan berarti tidak percaya Tuhan. aku percaya ada suatu kekuatan di luar sana yang menggerakkan alam semesta ini. hanya saja aku tak begitu setuju dengan konsep agama. bagiku keberadaan agama seperti mengkotak-kotakkan manusia."
KAMU SEDANG MEMBACA
lawless; kyuhoon
Fanfic(completed) menjinakkan kim junkyu yang liar mungkin sulit, namun jika berarti jaemin akan berhenti menindasnya, jihoon akan melakukannya. hanya saja, dia tidak tahu kalau cinta selalu muncul di saat yang tak terduga. a treasure's kyuhoon fanfic. ⚠️...
