Bab 7. Sebuah firasat

329 29 8
                                        

Setelah setuju dengan tawaran Blaze, sekarang mereka berdelapan sedang berada di sebuah restoran seafood yang buka 24 jam. Kebetulan restoran ini adalah tempat favorit Bundanya dulu.

Itulah sebabnya kenapa Blaze suka makanan disini, karena dia memiliki selera yang sama dengan Bundanya. Selain Blaze, Halilintar juga sangat suka dengan seafood. Sedangkan Thorn memiliki selera yang sama dengan Papanya, bahkan Thorn dan Amato sama-sama memiliki alergi terhadap udang.

****

"Baik, jadi pesanannya 8 porsi grill seafood platter, dan untuk minumannya 8 gelas orange juice, 1 kurang manis, dan 2 tanpa es" Ucap Waitress itu mengulangi pesanan mereka.

"Eh tunggu dulu Mbak" Panggil Solar.

"Iya, ada yang ingin ditambahkan?" Tanya Waitress itu ramah.

"Tolong untuk 1 porsi grill seafoodnya, jangan pakai udang, tapi porsi udangnya di ganti pakai cumi, jadi porsi cuminya doble, nah terus untuk sausnya, pakai mayonaise aja ya" Ucap Solar menambahkan.

"Baik berarti 7 porsi grill seafoodnya yang normal dan 1 porsi tanpa udang, cumi doble dan hanya pakai saus mayonaise" Ucap Waitress itu mengulangi pesanannya lagi. Solar pun mengangguk.

"Baik, tunggu sebentar ya, Dik" Ucap Waitress itu, lantas menghilang dari meja mereka.

"Perasaan pesanan lo, banyak banget request'annnya" Ucap Fang.

"Sebenarnya itu bukan pesanan buat gue, tapi buat Thorn" Ucap Solar menyahuti ucapan Fang.

"Makasih Solar, karena masih inget apa yang Thorn suka dan nggak suka" Ucap Thorn tersipu malu.

"Sama-sama Thorn, lagian apa sih yang Solar nggak inget. Oh ya, Thorn kalo lo emang nggak bisa makan udang, ya udah jangan dipaksain, nggak papa kali request sama Waitressnya" Ucap Solar mengingatkan.

"Maaf tapi Thorn nggak berani, apalagi bener kata Kak Fang, makanan Thorn terlalu banyak requestnya" Ucap Thorn, membenarkan ucapan Fang, walaupun ada sedikit rasa tersinggung dalam ucapannya.

"Makanya, lain kali jangan ngomong sembarangan, terutama bagi kita yang lidahnya normal-normal aja, belum tentu kan makanan yang kita bisa makan juga bisa dimakan sama orang lain. Kayak nggak punya alergi aja, dibawain bunga sekuntum aja udah bersin-bersin lo" Ucap Taufan tidak terima dengan ucapan Fang pada Thorn.

Ucapan Taufan membuat nyali Fang sedikit menciut, sebenarnya dia tidak bermaksud menghina Thorn, karena dia kira yang punya pesanan seperti itu adalah Solar. Lagipula dia itu  hanya bertanya pada Solar, karena tidak biasanya Solar pesan makanan dengan banyak request'an. Solar kan tipe makhluk omnivora, sama seperti Ice, mereka berdua memang pemakan segala.

****

Di meja, yang cukup jauh dari mereka tampak seseorang tengah memperhatikan mereka, sambil tersenyum kemenangan.

'Bagus Kaizo, ternyata kau berhasil mengumpulkan mereka, tapi sayangnya kau salah, apa kau pikir dengan bersatunya mereka kau akan bisa melindungi mereka dariku, justru kau salah Kaizo, dengan bersatunya mereka justru aku akan dengan mudah menghabisi semuanya, setidaknya aku tidak perlu menyingkirkan mereka satu persatu, mulai besok akan aku pastikan kalian tidak akan melihat matahari terbit lagi' Ucap orang itu dalam hati, lalu berlalu dari tempat itu.

Namun tanpa orang itu sadari, ternyata ada sepasang mata yang memperhatikannya. Bahkan mata itu begitu jeli, dia menangkap botol kecil yang dipegang oleh orang itu. Otaknya memang tidak langsung connect. Tapi dia bisa merasakan jika orang itu memiliki niat buruk pada saudara-saudaranya.

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang. Mereka ingin segera menikmatinya, namun sebuah suara berhasil menghentikan aksi mereka.

"Tunggu, jangan ada yang menikmati makanan ini" Ucap salah satu dari mereka.






Nggak tahu deh ini Author nulis apa

Kemarin sebuah kemenangan sekarang sebuah firasat aja deh

Maaf kalau ada typo

Nggak tahu mau jemur dimana

Jadi Author gantung aja deh

Happy reading ya guys

👋😁

SAVIOUR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang