Bab 36. Perang Telah Usai

506 22 0
                                        

BOOM!!!

Bom itu meledak secara bersamaan...

Syukurlah Fang pergi menyusul Halilintar, dan mengambil alih tubuh Taufan, mereka berdua berhasil lari sekencang-kencangnya, dengan Fang yang menggendong Taufan.

Mereka bertiga berhasil selamat, sebelum gedung itu roboh karena ledakan.

"Fang, Halilintar, Taufan, kalian tidak apa-apa kan?" Tanya Kaizo khawatir.

Semua orang menghampiri mereka yang berada di dekat reruntuhan gedung. Nafas mereka tersengal terutama Fang dan Halilintar. Terlambat sedikit saja mungkin mereka sudah tertimbun oleh reruntuhan itu.

Tiba-tiba...

Gamma datang menghampiri mereka semua

"Hahaha, tidak aku sangka kalian berhasil lolos dari maut, yang ku ciptakan. Tapi tidak apa-apa, kali ini biar aku yang mencabut nyawa kalian satu persatu" Ucap Gamma sambil tertawa.

"Om mau apa lagi? Sebaiknya Om berhenti sakiti keluarga Thorn sebelum Thorn berubah jadi monster"  Ancam Thorn dengan suara tingginya, tak lupa dia mengacungkan pistol ke arah Gamma

"Wah, wah, wah lihat ini, bukankah kau adalah yang paling penakut di antara mereka, bagaimana bisa kau jadi seberani ini?" Tanya Gamma.

Ice menepis tangan Gamma yang hendak menyentuh Thorn, sedangkan Blaze menurunkan tangan Thorn yang gemetar saat mengacungkan pistol.

Halilintar dan Fang pun ikut berdiri dan menghampiri mereka, Fang dan Hali kini berdiri di hadapan Gamma Danendra.

"Jika Om berani sentuh salah satu dari kami, bukan hanya Thorn, tapi kami semua juga akan berubah jadi monster" Ucap Fang menatap tajam ke arah Gamma.

"Fang Dwijendra, bagaimana bisa kau begitu menyayangi mereka, kau bahkan tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Raditya" Ucap Gamma mengejek.

"Aku tidak perlu hubungan darah apapun, dan aku tidak peduli jika aku dan mereka lahir dari orang tua yang berbeda, tapi selama aku hidup, aku tidak akan membiarkan mereka celaka" Ucap Fang tegas. Membuat semua orang tertegun dengan ucapannya.

"Baiklah, jika begitu aku akan menghabisimu terlebih dahulu" Ucap Gamma menodongkan pistol ke arah Fang.

Semua orang terkejut, saat Gamma menarik pelatuk dari pistol tersebut, tiba-tiba...

DOR!!

Suara tembakan berasal dari arah belakang Gamma, peluru itu berhasil menembus punggung Gamma. Gamma sempat berbalik dan betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang telah menembaknya.

"Kau..."

DOR!!

Sekali lagi, sebuah peluru melesat ke arah Gamma tepat di bagian dahinya. Seketika Gamma pun tumbang sebelum dia sempat menyelesaikan perkataannya.

"Rian, kamu? Kamu menghabisi Ayahmu?" Tanya Arka tidak percaya.

"Ibuku bilang Dharma harus menang melawan Adharma, jadi dia telah mengizinkanku untuk menghabisi Ayahku sendiri" Ucap Gopal tanpa penyesalan.

Gopal pun menghampiri mereka semua, Gopal menuju ke arah Taufan yang berada di dekat Gempa. Dia berjongkok lantas memeluk sahabatnya.

"Maafin gue, gue tahu gue udah keterlaluan, gue udah jahat banget sama lo dan saudara lo, gue nggak nyangka, ternyata selama ini gue berpihak sama orang yang salah. Gue jahat Fan, gue jahat" Ucap Gopal penuh penyesalan.

"Kamu nggak jahat Gopal, hanya saja kamu percaya sama orang yang salah, bagaimanapun juga Om Gamma adalah Ayah kamu, wajar jika kamu begitu percaya padanya" Ucap Gempa dengan tulus.

"Terimakasih, walaupun terlambat, tapi setidaknya sekarang kamu tahu kesalahanmu" Ucap Kaizo.

"Maafin gue ya semuanya" Ucap Gopal menatap mereka satu-persatu.

"Iya kita semua maafin lo" Ucap Halilintar dan Fang.

"Gue nggak kenal dan nggak ada urusan sama lo Bang" Ucap Ice. Yang memang baru pertama kali bertemu langsung dengan Gopal.

"Kita juga maafin Abang" Ucap Blaze dan Thorn memeluk Gopal.

"Solar, gue tahu lo adalah orang yang paling banyak dapat penyiksaan dari gue, gue tahu mungkin lo nggak akan maafin gue, tapi tetap saja gue pengen minta maaf sama lo" Ucap Gopal.

"Untung lo nggak jadi rusak wajah gue Bang, kalau iya mungkin gue nggak akan pernah maafin lo" Ucap Solar melipat kedua lengannya di depan dada.

"Jadi?" Tanya Gopal

"Jadi ya sekarang gue maafin lo Bang" Ucap Solar.

Gopal pun memeluk Solar, sebagai rasa terimakasihnya.

Sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Solar, bagaimanapun juga mereka sangat merindukan bocah narsis itu.







Happy reading ya guys

Akhirnya perang telah usai

Yey mereka semua akhirnya berdamai, tidak ada lagi kebencian dan dendam

Semuanya telah berakhir

The End

☺️👏

SAVIOUR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang