Bab 10. Rahasia

306 26 10
                                        

Kini Taufan dan ketiga adiknya, telah kembali tinggal bersama saudaranya yang lain.

Di kamar Taufan, tampak Taufan sedang berkutat dengan laptopnya.

'Ternyata benar, Rajendra Corp yang aku bobol keamanannya waktu itu, adalah perusahaan milik Om Arka. Jika Om Arka tahu dia pasti akan semakin gencar ingin menghabisi keluargaku' Batin Taufan.

'Sepertinya aku tahu bagaimana cara membuat Om Arka berhenti mengincar keluargaku' Taufan pun tersenyum dan kembali berkutat dengan laptopnya.

****
Hari ini sepulang sekolah, Taufan meminta ijin pada Hali untuk pergi sebentar. Jadi dia meminta Gempa dan yang lainnya pulang tanpa dirinya, mereka kini pulang dengan dibonceng oleh saudara-saudaranya masing-masing.

Awalnya Hali sempat melarang Taufan untuk pergi sendiri, dan Hali berencana untuk mengantarnya, namun Taufan menolak. Denga alasan bahwa dia hanya pergi sebentar untuk mengambil barang yang tertinggal di Apartemen.

****
Di taman dekat dengan kantor Rajendra, Taufan sudah ditunggu oleh seseorang. Rajendra tersenyum senang saat Taufan datang menuju ke arahnya.

"Rupanya ada putra Raditya disini, tanpa aku mendatangimu, kamu sendirilah yang datang langsung kesini" Ucap Arka menyeringai.

"Maaf Om, saya kesini bukan untuk menyerahkan nyawa saya, tapi untuk membuat kesepakatan" Ucap Taufan to the point. Taufan pun menyerahkan sebuah map kepada Arka.

"Apa ini?" Ucap Arka bingung, lantas membuka map itu dan mengecek isinya.

"Ini kan, aset-aset penting di perusahaan saya, bahkan disini ada kontrak kerjasama saya dengan perusahaan-perusahaan yang tiba-tiba memutuskan kontrak secara sepihak dengan perusahaan Rajendra. Hingga semua klien saya lari dan bergabung dengan perusahaan Dwijendra" Ucap Arka geram.

"Maaf Om, saya tahu saya telah melakukan kesalahan, saya telah membobol keamanan di perusahaan Rajendra. Saya tahu saya salah, tapi saya telah berusaha memperbaiki kesalahan saya, saya telah mengambil aset-aset penting yang pernah saya curi dan saya serahkan pada perusahaan Danendra, dan saya juga telah memastikan akun milik Rajendra Corp aman sekarang" Ucap Taufan.

"Danendra? Jangan mengada-ada kamu, bagaimana mungkin dia melakukan semua ini, dia adalah kakak ipar saya. Lagipula saya telah bekerja sama dengannya selama ini, kalau memang dia menginginkan perusahaan saya bekerja sama dengannya, kenapa tidak mengatakannya secara langsung, kenapa harus membobol keamanan di perusahaan saya" Ucap Arka tidak percaya begitu saja.

"Maaf Om, untuk hal itu saya juga kurang tahu, karena saya ini hanya seorang hackers yang dibayar olehnya, untuk melakukan semua ini. Tapi kemungkinan besar dia melakukan semua ini untuk mengadu domba Om dengan keponakan Om sendiri. Jadi saya ingin meminta maaf karena selama ini saya tidak tahu jika Om adalah saudara dari Aska Dwijendra Ayah Bang Kaizo. Dan selain aset-aset tersebut, saya juga ingin menyerahkan ini" Sambil menyerahkan sebuah amplop pada Arka.

"Apa ini?" Tanya Arka bingung.

"Didalamnya ada uang 50 juta, saya harap itu bisa menutupi kerugian dari perusahaan Om. Saya dapatkan uang itu dari Tuan Danendra, dia pernah membayar saya senilai 100 juta. Maaf tapi hanya itu yang saya bisa berikan untuk Om" Ucap Taufan.

"Tapi kenapa kamu melakukan semua ini, apa yang kamu inginkan dari saya?" Tanya Arka, seolah mengerti jika bantuannya ini tidaklah gratis.

"Tidak banyak Om, saya hanya ingin Om berhenti ganggu keluarga saya, termasuk Bang Kaizo dan Fang." Ucap Taufan.

"Apa kau ini bisa dipercaya?" Tanya Arka curiga.

"Tenang saja Om, kalau Om butuh bantuan saya lagi saya akan senantiasa bantu Om. Om bisa percaya pada saya" Ucap Taufan yakin.

"Baiklah kalau begitu, terimakasih ya Nak. Saya janji saya tidak akan menyakiti keluarga kalian lagi. Saya juga harus minta maaf pada kedua keponakan saya dan Almarhum Bang Aska, karena selama ini saya sudah menyakiti putranya" Ucap Arka penuh keyakinan.

"Sama-sama Om, tapi Om juga harus janji tolong rahasiakan identitas saya sebagai seorang hackers pada keluarga saya" Ucap Taufan memohon.

"Baiklah Om janji" Ucap Arka tersenyum, sambil mengulurkan tangannya pada Taufan, mereka pun saling berjabat tangan pertanda setuju.

****
Keesokan harinya, di hari Minggu, mereka sedang sarapan bersama. Bahkan Kaizo pun ikut sarapan bersama mereka.

Saat sedang menikmati sarapan, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya.

TOK! TOK!

"Fang tolong ke depan dan buka pintunya" Ucap Kaizo dengan suaranya yang berat.

"Iya Bang" Fang pun meletakkan sendok dan garpunya dan menuju pintu depan.

Saat pintu dibuka, betapa terkejutnya Fang, saat melihat sosok yang berdiri di depannya. Perlahan Fang melangkah mundur dengan ketakutan.

"O-Om Arka...?" Ucap Fang terkejut, melihat sosok yang kini sedang berdiri dihadapannya dengan senyum yang mengerikan.






Judulnya rahasia guys
Bukannya nggak mau kasih tahu
Tapi judulnya emang rahasia

Nah ini dia sedikit cerita singkat untuk mantan Villain di cerita ini

Happy reading ya guys 👋😁

SAVIOUR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang