Di tempat Solar, Gopal sedang menunjukkan video kakak-kakaknya yang sedang melawan pasukan Gopal, Solar tersenyum bangga karena saudara-saudaranya berhasil menumbangkan anak buah Gopal.
"Lo lihat kan, anak buah lo itu nggak ada apa-apanya bagi kakak-kakak gue, mereka memiliki jiwa penyelamat yang tinggi, itulah sebabnya kenapa Ayah kami menyebut kami sebagai 'Saviour'" Ucap Solar bangga.
"Heh, terus aja lo tunjukkin sikap sombong lo itu ke gue, kita lihat sampai kapan lo akan bersikap seperti itu" Ucap Gopal, pergi menuju meja di dekatnya. Meja itu adalah meja tempat anak buahnya bermain kartu, dan minum-minum kemarin.
Gopal mengambil botol yang ada di meja itu, dan kembali ke tempat Solar, dengan senyum liciknya
"Mau apa lo?" Tanya Solar, kali ini wajahnya panik, dia memundurkan tubuhnya sampai merapat ke tembok di belakangnya
"Nggak ada, gue cuma pengen patahin kesombongan lo, sebelum gue patahin tulang-tulang lo" Ucap Gopal tersenyum.
"Maksud lo apa hah?" Tanya Solar.
"Hahahaha, seneng banget gue lihat muka lo kayak gitu, Takut Banget Loh, tapi gue akan makin seneng setelah minuman ini berhasil membakar wajah lo, dan merusak kepercayaan diri lo itu" Ucap Gopal, memandangi botol yang ada di tangannya.
"Please, jangan wajah gue, lo boleh serang bagian manapun asal jangan wajah gue" Ucap Solar memohon.
"Sekarang gue tahu kelemahan lo, kalau begitu bersiaplah, sebentar lagi minuman ini akan hancurin wajah lo" Ucap Gopal, mulai menyunggingkan botol di tangannya.
"JANGAN!!!"
PRANG!!!
sebuah peluru, melesat menuju botol itu. Sehingga botol itu pecah, dan jatuh di hadapan Solar. Solar dan Gopal menoleh secara bersamaan.
"Thorn" Ucap mereka berdua bersamaan.
"Dasar bocil kematian, ternyata sekarang udah pandai pakai senjata ya, nyesel gue tolongin lo dan biarin lo hidup waktu itu" Ucap Gopal geram.
"Iya Thorn juga nyesel, karena udah anggap Bang Gopal sebagai pahlawan, ternyata Bang Gopal cuma pahlawan boongan, dasar pahlawan kesiangan" Ucap Thorn tak kalah emosi.
"Beraninya lo ngatain gue ya" Ucap Gopal lantas mengambil balok kayu yang ada di dekatnya, dan berlari ke arah Thorn.
Namun balok kayu itu berhasil di tangkis oleh seseorang.
"Bang Upan?" Ucap Thorn terkejut.
"Thorn, cepat buka ikatan Solar, dan kalian pergi dari sini" Ucap Taufan.
Thorn pun hanya mengangguk dan berlari ke arah Solar.
"Urusan lo itu sama gue Pal, jangan sakiti adik-adik gue" Ucap Taufan sambil menghindari dan menangkis serangan dari Gopal.
"Oke, kalau gitu habis lo sekarang di tangan gue, sahabatku" Ucap Gopal.
Gopal lantas melayangkan pukulan yang sangat keras ke arah Taufan. Pukulan menyamping itu berhasil mengenai tubuh Taufan bagian samping kiri, dan membuatnya tersungkur ke lantai.
Sedangkan di sisi lain
"Thorn cepat buka ikatannya, kita harus tolongin Bang Upan" Ucap Solar tak sabaran.
"Tapi..."
"Tapi apa Thorn, apa lo bakal biarin Bang Upan mati di tangan Gopal gitu aja" Ucap Solar geram.
Gopal terus memukuli Taufan di bagian kakinya, kali ini dia sudah tidak dapat merasakan apapun lagi pada kakinya. Sepertinya Gopal telah membuatnya lumpuh, dia menangis kesakitan karena rasa sakit di sekujur tubuhnya, hanya kakinya yang mati rasa.
Solar yang sudah dendam pada Gopal, akhirnya berlari ke arah Gopal, dan menyerangnya secara membabi buta. Bahkan dia tidak peduli dengan rasa pegal dan kesemutan yang tengah dia rasakan.
"Lo benar-benar keterlaluan, kali ini lo nggak akan gue biarin, gue akan bikin lo nggak bisa lihat matahari terbit besok pagi" Ucap Solar sambil terus memukuli Gopal.
"Cukup Solar" Ucap Kaizo menghentikan aksi Solar yang membabi buta.
Happy reading ya guys
Kali ini sedikit roller coaster
Hari ini masih bab normal, besok Author mau bahas banyak flashback
See you
👋😁
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVIOUR
FanfictionSAVIOUR Artinya penyelamat, pelindung atau penjaga. Penggambaran yang tepat untuk mereka berdelapan Mampukah mereka menyelamatkan satu sama lain, demi menghadapi kerasnya dunia dan hitam putihnya kehidupan Konflik, tekanan, keluarga, rahasia semuany...
