Sesampainya di rumah, Taufan, Gempa dan Thorn, mandi dan ganti pakaian, berbeda dengan Ice yang benar-benar langsung tidur.
Apalagi tadi sebelum pulang Taufan dan Gempa malah mampir ke toko sebentar untuk membeli bahan kue. Niat Ice ingin protes dia urungkan, karena mendengar kata KUE.
Setelah berganti pakaian, Gempa dan Taufan segera menuju ke dapur, mereka ingin membuat kue untuk merayakan terpilihnya Blaze sebagai ketua basket di SMA Katulistiwa.
Taufan memang hobi sekali membuat perayaan kecil untuk adik-adiknya yang berprestasi. Dulu mereka juga pernah melakukan ini saat Gempa terpilih menjadi ketua OSIS.
*****
Sekitar pukul 4.30 sore, akhirnya Halilintar dan saudara-saudaranya yang lain tiba di rumah. Mereka pun langsung mandi dan mengganti pakaian sekolah mereka menjadi pakaian rumahan.
Mereka pun melakukan aktivitas mereka masing-masing. Gempa dan Taufan yang kini sedang mengerjakan PR. Blaze dan Ice yang sedang tidur. Thorn yang sedang melukis di kursi taman belakang. Solar yang sedang bermain sosmed. Dan Halilintar dan Fang yang sedang bercengkrama di kamar mereka.
"Fang, lo kenapa? Ada masalah? Sini cerita sama gue, gue lihat muka lo dari tadi kayak jengkel gitu" Ucap Halilintar, setelah keluar dari kamar mandi, dia bahkan masih menggantung handuk di lehernya.
"Nggak papa" Ucap Fang, dengan ekspresi wajah yang tak bisa berbohong.
"Gue tahu, lo jengkel karena Blaze gantiin posisi lo kan? Apalagi tadi Taufan juga ngejekin lo, sudah pasti bom nuklir di kepala lo sekarang lagi meledak" Ucap Hali. Namun tidak ada sahutan apapun dari Fang.
"Fang, gue bukannya bermaksud belain Blaze karena dia saudara gue, tapi benar kan apa kata Pak Angkasa, kalau dia nggak bisa membebani lo karena lo udah kelas 12. Mending lo fokus ujian deh" Ucap Hali menjelaskan.
"Tapi..." Ucap Fang tidak bisa berkata-kata.
"Tapi apa Fang? Inget lo itu hebat Fang, jauh lebih hebat dari Blaze, lo bahkan udah terpilih jadi ketua basket dari lo kelas 10, dan bahkan semua orang suka dengan strategi lo. Lo itu ketua tim yang baik, dan semua orang akan ingat hal itu" Ucap Halilintar dengan serius.
"Gue akan berterima kasih banyak, kalau lo mau ajarin blaze jadi ketua yang sehebat lo" Ucap Halilintar, yang kini duduk di kasurnya dan bermain handphone sambil memunggungi Fang.
Setelah percakapan itu tiba-tiba kamar itu berubah menjadi hening.
Malamnya, setelah selesai makan malam, Taufan pun segera mengeluarkan kue yang tadi dibuat bersama Gempa. Kue, yang mencolok dengan warna oranye, warna kesukaan Blaze.
Ini pertama kalinya mereka membuat Carrot Cake (kue lobak merah: sebutan di Malaysia), karena biasanya Taufan hanya pandai membuat kue brownies biasa.
Setelah mereka semua berkumpul di ruang tamu, Taufan pun meletakkan kue itu di atas meja.
"Siapa yang ulang tahun? Perasaan nggak ada yang ulang tahun deh bulan ini, apalagi hari ini" Ucap Halilintar bingung.
"Bang Upan emang kayak gitu Bang, kalau ada yang berprestasi, pasti dibikinin perayaan kecil-kecilan pake kue, kayak yang Mama lakuin dulu" Ucap Thorn. Namun ucapannya mampu membuat Atmosfer di ruangan itu berubah.
"Heh, kalian ini kenapa sih, katanya mau ngerayain, kenapa mukanya malah muram gitu, ayo kita potong kuenya sekarang, kasihan Ice pasti udah ngiler tuh" Ucap Fang mencairkan suasana.
"Lo yang ngiler Bang, nggak usah nyerempet nama orang lain" Ucap Ice tak terima
*****
Ketika mereka sedang asyik bercengkrama tiba-tiba ada yang mengetuk pintu depan rumah mereka.
TOK!! TOK!!
"Biar gue aja yang bukain" Ucap Hali bangkit dari duduknya.
Saat pintu dibuka, ternyata ada seorang remaja bertubuh gempal, yang sedang berdiri di depan pintu.
"Cari siapa?" Tanya Hali pada remaja itu.
Lagi pengen bahas yang ringan-ringan aja dulu
Biar nanti bisa bikin konflik yang meledak
Happy reading ya guys
See you 👋😁
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVIOUR
Fiksi PenggemarSAVIOUR Artinya penyelamat, pelindung atau penjaga. Penggambaran yang tepat untuk mereka berdelapan Mampukah mereka menyelamatkan satu sama lain, demi menghadapi kerasnya dunia dan hitam putihnya kehidupan Konflik, tekanan, keluarga, rahasia semuany...
