Setelah Fang menghubungi Halilintar, dan mengatakan padanya bahwa Solar menghilang, akhirnya Halilintar dan saudara-saudaranya segera menuju ke toko buku, karena Fang ingin menunjukkan sesuatu pada mereka.
"Mbak tolong tunjukkin rekaman cctv yang tadi" Ucap Fang pada kasir di toko itu.
Mata Halilintar, dan yang lainnya langsung terbelalak, kecuali Ice.
"Itu Gopal, gue kenal banget itu Gopal" Ucap Taufan menunjuk layar di depannya.
"Kenapa Bang Gopal jahat? Kenapa dia culik Solar? Bukannya kata Bang Upan Bang Gopal itu baik kan? Bang Upan bohong, Bang Upan pembohong" Ucap Thorn emosi, bahkan dia berani mencengkram kerah baju Taufan.
"Thorn, sabar Thorn, tenang. Abang nggak mau kamu sakit lagi" Ucap Hali memeluk Thorn.
"Thorn mau ketemu Solar Bang, Solar hilang, Bang Fang bilang dia bakal jagain Solar, tapi kenapa dia biarin Solar hilang, Kenapa?" Ucap Thorn masih menangis di pelukan Halilintar.
"Fang lo inget plat mobilnya?" Tanya Taufan, masih berusaha mencari solusi.
"Gue nggak inget, karena gue nggak ngeh kalo mereka bakal bawa kabur Solar" Ucap Fang merasa bersalah.
"Nggak papa kita bisa cek cctv toko ini di bagian parkir, itu dia plat mobilnya, AE 604 ED" Ucap Taufan setelah mengecek cctv bagian luar toko.
"Terus sekarang kita harus apa?" Tanya Fang pada Taufan yang menyeringai.
"Pulang" Ucap Taufan singkat.
"Tapi kita kan..."
"Gem, sebaiknya kita ikutin aja apa kata Taufan" Ucap Hali memotong ucapan Gempa.
Mereka semua pun mengikuti Taufan dari belakang kecuali Fang, karena dia membawa motor.
*****
Di suatu tempat di sebuah ruangan yang gelap dengan cahaya lampu remang-remang sebagai penerangan. Solar kini sedang tidak sadarkan diri, dalam kondisi kaki dan tangan terikat ke belakang.
Tiba-tiba.... BYURR!!!
Seseorang menyiramkan air ke wajah Solar, hingga membuatnya terkejut, dia berusaha membuka matanya menatap si pelaku, walaupun dengan tatapan matanya yang redup, akibat rasa pusing yang masih terasa karena pengaruh obat yang disuntikkan ke tubuhnya saat di toko buku tadi.
"Gue udah tahu, hal kayak gini pasti bakal terjadi, segitu percayanya ya Abang gue sama lo, tapi ternyata benar lo itu cuma seorang pengkhianat" Ucap Solar dengan nada sombongnya.
"Siapa yang lo bilang pengkhianat hah?" Tanya Gopal sambil menjambak rambut Solar.
"Abang lo tuh yang pengkhianat, dia udah terima semua uang yang dikasih sama Bokap gue, terus apa dia ambil kembali semua berkas yang udah dia kasih ke Bokap gue. Dia emang berhasil melindungi keluarganya dari Arka Rajendra, tapi nggak dari gue dan Bokap gue Gamma Danendra." Ucap Gopal penuh penekanan, sambil menarik rambut Solar dengan lebih keras, sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Abang gue bukan seorang pengkhianat, dia hanya berusaha memihak yang benar, karena gimanapun juga Abang gue itu masih punya otak, nggak goblok kayak lo, yang mau-maunya dijadiin boneka sama Bokap lo sendiri" Ucap Solar tanpa rasa takut sedikitpun.
"Bacot banget lo ya" Ucap Gopal emosi lantas membanting tubuh Solar ke lantai, lantas menendangnya berkali-kali. Solar yang sedang terikat hanya bisa pasrah menghadapi perlakuan tersebut.
*****
Sedangkan di rumah keluarga Raditya, Taufan masih sibuk mengutak-atik laptopnya, dia sedang berusaha meretas seluruh rekaman cctv di jalan raya yang mungkin pernah dilewati oleh mobil Gopal. Sehingga dia bisa menemukan tempat persembunyian Gopal.
Selain itu, Taufan juga berusaha melacak titik koordinat dari Hp Solar, Taufan sangat bersyukur karena ternyata Solar masih mengantongi Hpnya, dengan begitu Taufan berhasil mendapatkan alamat tempat Solar di sekap.
"Bagus, gue tahu tempatnya" Ucap Taufan yakin.
Happy reading ya guys
Semoga suka
Kali ini pembahasannya tentang siapa yang mengkhianati siapa
Tapi menurut Author dua-duanya sama aja
See you
👋😁
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVIOUR
FanfictionSAVIOUR Artinya penyelamat, pelindung atau penjaga. Penggambaran yang tepat untuk mereka berdelapan Mampukah mereka menyelamatkan satu sama lain, demi menghadapi kerasnya dunia dan hitam putihnya kehidupan Konflik, tekanan, keluarga, rahasia semuany...
