Haloooo! Akhirnya aku mutusin buat lanjutin cerita yang udah terbengkalai ini. Hehe.
Semoga para pembaca yang imut-imut ini masih stay buat ngikutin kisah Nana, ya😁
Ikutin sampe dia punya pacar dan nggak jomblo lagi.
Nana bilek: Jangan cowok di novel ini, Mak. Pada nggak waras mereka😒
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading!
.
.
.
.
.
.
.
"Ke kiri, Bang! Serang dari sana selama aku di sini! HP sama MP-nya udah kurang banyak itu. Bentar lagi kita bisa menang."
Kevin mengangguk, menuruti instruksi barusan meski tahu anggukannya tidak akan dilihat oleh orang yang baru saja berbicara. Kesepuluh jemari lelaki itu tidak berhenti bergerak, menari di atas papan ketik sambil sesekali menggeser-geser mouse untuk menggerakkan karakter game-nya.
Pandangan Kevin terfokus, amat lekat menatap layar monitornya. Layar besar berukuran 32 inchi berbentuk lengkung itu sedang menampilkan sebuah game MMORPG yang tengah naik daun di kalangan pemain remaja dan dewasa.
Saking naiknya, sampai Gala dan Gama yang melihat Kevin uring-uringan pasca ditampar ucapan Renata pun memaksa lelaki itu untuk mencoba.
"Hitung-hitung buat hiburan hati lo yang gundah gulana," ucap Gama jenaka saat itu. "Percaya sama gue, game ini worth it banget!"
Semula Kevin enggan. Akan tetapi, pada akhirnya pemuda itu mencoba setelah melihat ulasan-ulasan positif di steam.
Ternyata setelah itu, Kevin malah keterusan bermain meskipun sering kalah. Deretan kekalahan itu tidak bisa dipungkiri membuat Kevin merasa jengah. Ia hampir saja menyerah, sampai suatu hari bertemu dengan akun bernama Skylar yang mengajaknya bermain bersama sebagai partner.
Berbeda dengan Kevin yang amatir. Skylar ternyata sangat mahir. Dalam waktu singkat level Kevin melesat naik. Tidak mengherankan, karena Skylar sendiri mengaku sering bermain game meski belum lama mencoba permainan yang satu itu.
Selain mahir dalam bermain, Skylar juga ramah. Dia bisa berkomunikasi dengan baik, hingga Kevin yang semula cuek dan jutek pun merasa nyaman, sehingga tak segan berbagi cerita tentang banyak hal.
Bahkan beberapa hal yang tidak diceritakan kepada Gama dan kawan-kawan seperti rasa sukanya kepada Marina. Selain karena respon Skylar yang menyenangkan, Kevin merasa lebih bebas bercerita kepada orang yang tidak mengenalinya secara langsung di dunia nyata.
"Jadi gimana progress hubunganmu sama Kak M, Bang?" tanya Skylar setelah mereka selesai bermain.
"Belum ada progress," jawab Kevin setelah menghela napas berat. "Tapi seenggaknya gue udah nggak punya masalah apapun sama temennya,"
"Oh, jadi kamu udah minta maaf kayak yang kusaranin?" Skylar bertanya lagi. Kali ini suaranya terdengar lebih ceria dan antusias. Ia sepertinya senang mendengar jawaban Kevin. "Bagus. Itu awal yang bagus. Karena kalo mau deketin seseorang, terlebih orang yang nggak tertarik sama kita ..."
" ... lebih baik buat nggak bermasalah sama orang terdekatnya." Kevin menyela ucapan Skylar dengan nada malas, tanpa sadar memutar bola matanya. "Lo udah ngulang kalimat itu berkali-kali. Tapi makasih."
Terdengar tawa renyah dari Skylar di seberang. Pemuda yang mengaku masih berusia 17 tahun itu memang selalu santai dalam menanggapi sikap sinis Kevin.
Tidak pernah meninggikan suara maupun mengumpat sama sekali. Sampai terkadang Kevin mempertanyakan umur Skylar yang sebenarnya, mengesampingkan suaranya yang terdengar masih seperti remaja baru puber. Merdu sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Joyful For Me
FantasySebagai jomblo dari lahir sampai usianya dewasa, Nana sangat menghindari hiburan bergenre romantis, karena itu akan memicu rasa iri yang teramat sangat di dalam hatinya. Melihat bagaimana tokoh utama diperlakukan bak ratu oleh pasangan mereka, atau...
