Meregangkan ototnya perlahan lalu beranjak dari tidurnya yang cukup terlelap. Mungkin? lalu membuka gorden di mana kala mentari sudah menampakan wujudnya.
Alvan berjalan masuk ke kamar mandi hanya untuk sekedar membasuh muka, setelah selsai ia mengganti pakaiannya dengan pakaian khas olahraga.
Seperti biasa di kala hari libur tiba dia akan memulai aktivitas dengan berlari pagi.
...
Mendudukan diri di kursi taman dengan sebotol air ia teguk secara perlahan, lari pagi yang sudah ia selesaikan membuat dia merasa sedikit lelah.
Membuka benda pipihnya, hanya untuk melihat apakah ada suatau hal yang penting yang perlu ia lakukan.
Melihat apk chatnya yang sudah terdapat beberapa pesan yang ia dapat.
Hingga ia membuka salah satu chat dengan nomor asing namun menyebut nama sahabatnya.
+621*********
Bisa ketemu?
Gua Revan.
Kapan?
Dimana?
Hari ini, jam 7 malam.
Nanti gua Sherlock
Alvan kembali menutup ponselnya dan memilih untuk kembali pulang.
Memasuki kediamannya dengan santai menatap ke depan tanpa ingin tau lebih tentang sekelilingnya.
"Alvan"
Panggilan itu membuat Alvan menoleh, menatap sang pemilik suara yang ternyata Opa.nya.
"Sarapan" ucapnya yang membuat Alvan langsung menatap orang-orang yang berada di sekitar Opanya.
"Alvan rasa opa tak lupa" ucapnya lalu menatap ke arah salah satu maid yang berjaga disana "bawakan saya sarapannya ke kamar " ucapnya lalu pergi setelah mendapatkan anggukan dari maid.
Renhard mengehala nafas sesaat "temui opa setelah kamu selasai sarapan" alvan hanya mengangguk sekilas lalu pergi masuk ke dalam lift.
Memutuskan untuk membersihkan diri karena badan yang sudah terasa lengkey akibat keringat.
Setelah di rasa cukup, Alvan keluar dari kamar mandi dan melihat sebuah nampan yang sudah berisi makanan yang akan ia santap.
Tanpa menungggu lama ia langsung mengganti pakaiannya dan memakan sarapannya dengan hidmat.
Berpikir sejanak di kala makanan yang sudah ia santap sudah tandas, menatap langit-langit yang seakan membuat dia bisa menarawang jauh ke depan.
Bukan tanpa Alasan, dia hanya berpikir rencana apa yang akan ia ambil esok dan hari seterusnya, karena dia ingin segera menyelesaikannya apalagi ini untuk kebahagiaan sang adik tersayangnya.
Alvan beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar mengingat pesan yang Renhard perintahkan tadi.
Setelah sampai di pintu masuk Alvan mengetuknya perlahan lalu masuk tanpa menunggu intrupsi dari sang pemilik ruangan.
Dapat dia lihat, Renhard yang sudah duduk di meja kerjanya, menatap layar komputer dengan kacamata yang bertengker di pangkal hidungnya.
"Ada apa Opa memanggilku?"
Renhard berjalan menuju Alvan, menatapnya intens "apa boleh opa memeluk mu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)