"Semua sudah siap?!" Lantang Kara yang kini sudah berdiri di atas podium.
"Siap kara!!" Jawab mereka serempak yang sudah berbaris rapi dengan persenjataan yang lengkap yang tak lain dan tak bukan adalah pasukan dari Releova.
"Berantas para hama itu, dan pastikan tidak ada kegagalan ataupun salah satu dari kalian yang menjadi korban, karena kita ada untuk kemenangan bukan kegagalan" ucap Kara dengan penuh wibawa.
"RELEOVA!!" Teriak Kara kembali.
"BANTAI SEMUA YANG ADA KARENA MEREKA ADALAH HAMA!!" Jawab mereka serempak dengan penuh semangat.
"Kita mulai eksekusinya"
Dan para pasukan pun mulai menyebar keluar dengan pasukan mereka masing-masing yang sudah di tetapkan.
Ash bangkit di ikuti oleh Riyu yang kini berjalan ke arah Deza yang berada di bawah podium.
"Siapin diri lo, karena ini hari menuju kebebasan lo" ucap Ash yang di angguki penuh oleh Deza.
Yah dan pada akhirnya dimana dua hari yang di janjikan semenjak Deza berada di markas Releova akan di realisasikan hari ini.
Dengan tekad yang penuh keyakinan Deza menuruti apa yang sudah di perintahkan, tidak lebih dan tidak kurang karena ia juga menyadiri bahwa ini adalah demi dirinya sendiri, mengungkap kebenaran yang selama ini jadi derita dalam hidupnya.
Sedangkan di sebuah ruangan di kediaman Mansion Rahardian, seorang pria paruh baya masih berkecamuk dengan kehilangannya seseorang, pria dengan penuh wibawa menatap tajam ke arah bodyguard yang kini berada di hadapannya dengan di temani wanita yang sudah sedikit menua terlihat dari kerut di wajahnya meski sudah di tutupi oleh makeup yang cukup tebal.
"Masih tidak ada titik terang dengan keberadaan anak sialan itu?!" Ucapnya.
"Maaf tuan, tapi kami belum menemukannya, termasuk di kediaman salah satu teman dekatnya" jawab bodyguard dengan sedikit membungkukan badannya.
"Sialan! Kemna dia bisa lari? Tapi tidak mungkin jika dia melarikan diri sendiri kan?" racunnya.
"Sabar sayang.. dia tidak akan bisa lari dari kita selamanya, kemana pun dia melangkah pasti dia akan kembali pada genggaman kita" ucap wanita itu yang menjabat sebagai nyonya Rahardian "Hanya tinggal menunggu beberapa bulan lagi maka harta kekayaannya milik Rahardian akan menjadi milik kita sepenuhnya" lanjutnya di iringi dengan senyuman.
Brak.!!
"Kamu bosan untuk hidup?" Ucap Gerad yang saat ini menjabat sebagai tuan dari Rahardian.
Pria dengan jas hitam itu membungkuk dengan hormat, kala ia baru saja masuk ke dalam ruangan Gerad tanpa permisi "maaf tuan tapi kita berada dalam keadaan darurat"
"Katakan, apa informasi mu itu setimpal dengan nyawamu" tekannya.
"Maaf tuan, tapi 1kilo meter dari sini terdapat pasukan yang sepertinya akan menyerang kita"
Gerad mengerutkan dahinya bingung "apa kamu serius?"
"Saya bersumpah atas nyawa saya"
"Siapa yang berani memerangi kita, apa mereka mencoba bermain dengan kita?" Gumamnya lalu beranjak dari kursinya "perketat penjagaan, jika memang dia ingin berperang maka kita yang akan memulainya lebih dulu" printah Gerad dan langsung di angguki oleh bodyguard tersebut lalu berjalan keluar dengan sedikit membungkukan tubuhnya.
"Sayang" panggil Dian nyonya Rahardian, menatap khawatir ke arah suaminya itu.
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja" jawabnya sekilas lalu beranjalan keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)