Kabar mengenai Alvan yang sempat sadarkam diri membuat keluarga Gevano senang bukan kepalang, hingga beberapa dari mereka memilih mengakhiri pekerjaan mereka dan menyerahkannya sementata pada asissten-asissten mereka yang sudah mereka percayai.
Hingga di ruangan bernuansa putih itu, sudah berada Renhard, Arkan, Gino, Cleo, Kanala, Raka dan Reksa. Sedangkan yang lainnya masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Renhard yang berada di sisi bangsal Alvan dan Gino yang berada di sebrangnya, tengah menatap penuh ke arah Alvan, menunggu retina itu kembali terbuka saat dokter mengatakan bahwa efek bius yang sempat ia berikan pada Alvan akan segera hilang dalam hitungan menit.
Gino menggenggam lembut tangan Alvan yang terbebas dari ifusan, menatap sayu ke arah putra bungsunya "Daddy disini menunggu mu Al, ayo kembali, kita tata ulang bersama dan hukum Daddy seperti yang kamu mau, tapi jangan hukum Daddy seperti ini" ucapnya sendu.
Hingga retina mata itu perlahan bergerak, membuka secara perlahan dan itu membuat Gino yang menggenggam tangan Alvan tersenyum haru atas apa yang baru ia saksikan.
"Al nak, akhirnya kamu bangun" Gino berucap senang.
Hingga mata itu terbuka dengan sempurna melihat pada langit-langit ruangan, hingga ia tersadar dengan genggaman yang ia rasakan dan suara familir yang baru saja ia dengar.
Alvan langsung beringsut menarik paksa genggamannya agar terlepas, langsung bersender pada kepala berangkar, menatap tajam ke arah Gino "jangan menyentuhku!" sentaknya.
"Al ini Daddy" terdengar suara terkejut itu menatap nanar atas penolakan yang anaknya berikan.
Hingga atensi Alvan yang baru saja terbangun menatap beberapa pria dan satu wanita yang ia tahu siapa mereka.
"Pergi!!" Alvan kembali bersuara namun kali ini lebih keras.
"Pergi dari sini sekarang! Aku tak membutuhkan kalian!!" semtaknya dengan tegas.
Gino seolah tak menyerah kembali mencoba meraih pergelangan Alvan "ini Daddy Alvan, tolong jangan seperti ini, Daddy sangat takut" ucapnya dengan was-was.
"Jangan sentuh aku!!" tolaknya lantang "aku bilang pergi dari sini, pergi!!" usirnya kembali kini dengar derai air mata yang mulai keluar.
"Pergi dari sini pergi!!" teriak Alvan kembali.
"Al-"
"PERGI!!"
"Mohon maaf bisa kalian tunggu di luar terlebih dahlu?" perkataan sang dokter yang baru saja datang, karena Cleo yang memanggilnya karena ia merasakan kejanggalan atas kondisi Alvan.
"Tapi dokter dia baru saja mengusir saya, apa yang terjadi dengan anak saya?" Perkataan Gino keluar begitu saja, menatap khawatir pada Alvan.
"Biar saya periksa Alvan lebih dulu, jadi tolong beri ruang untuk Alvan sendiri dulu" ujar sang dokter hingga membuat mereka pada akhirnya membiarkan dokter itu bersama Alvan.
Sampai mereka kini berada di luar ruangan menatap sendu ke arah pintu ruangan yang sudah tertutup.
Keheningan sempat menyelimuti mereka, sampai Renhard bersuara "apa yang sebenarnya terjadi dengan Alvan, Raka?" hingga semua tatapan tertuju pada Raka menaruh tanya yang sama ketika mereka yang hanya tau bahwa Alvan sempat sadar, dan setelahnya dia sempat mengamuk hingga dokter membiusnya agar tenang, namun mereka tidak tahu penyebab pastinya.
Raka menghela nafas sesaat, menatap ke arah Renhard dengan pasti "sebenarnya Alvan mengalami depresi"
"Depresi?" kata yang seolah keluar dengan tanya, Renhard menatap penuh heran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)