Enjoy Reading...
•
•
"jaga diri lo baik-baik di sana za, jangan lupa ngabarin kita, kapanpun, dimana pun, dan sesibuk apapun, lo harus ngeluangin waktu buat ngasih kabar ke kita" nasehat Wisnu.
Sedangkan Deza sudah merasa jengah mendengar patuah yang di berikan oleh salah satu sahabatnya ini "ayolah Nu, lo gak bosen apa ngeluarin kata yang sama berulang ulang, gua bukan mau perang sialan!!"
"Engga dan gak akan pernah bosen, sampai lo bener-bener ngeyakinin gua kalo lo bakal tetep jaga komunikasi lo sama kita" balasnya penuh keyakinan.
Deza menepuk kedua pundak Wisnu "denger, gua pergi bukan untuk selama nya, tapi gua pergi pasti bakal datang lagi" ucapnya lalu menghela napas pelan "dan lo bakal jadi orang pertama yang gua kabarin setelah gua nyampe sana. Setuju?"
"Ya udhlah"
Plak!!
"Jangan ke gitu monyet, itu temen lo mau pergi, gak usah masang muka jijik kaya gitu" hardik Rio.
"Sakit anjing!!" umpat Wisnu "ya namanya juga sedih gua"
"Dia pergi mau ambil warisan, bukan mau ambil surat kematian"
"iya iya ngerti gua juga"
"ya udh senyum makanya"
Akhirnya Wisnu senyum dengan terpaksa, namun bukan senyum tulus yang ia berikan.
Plak.!!
Deza menampar pipi Wisnu pelan "gak usah, cukup ke gitu ajh, senyum lo udh kaya babi"
"sialan lo!!"
Merentangkan tangannya Deza memberikan kode hingga membuat mereka mengerti dan langsung memeluk Deza bersamaan.
"Jaga diri lo baik-baik Za" ucap Rio
"jangan nakal-nakal ya, dan jangan sampai lo jadi gigolo juga" Tambah Wisnu
"Yeee kampret" Rio membubarkan pelukannya "ngancurin suasana ajh lo"
"Gua kan cuman ngingetin, sedih ini tuh gua" ucapnya seraya mengusap pelan area telinganya dengan raut wajah sendu.
"Sejak kapan air mata keluar dari telinga?" celetuk Deza.
"Oh salah yah?"
"Goblok!!" tukas Rio dan Deza bersamaan.
"Ya mangap"
"Maaf tolol!!" hardik Deza "dahlah gua cape" ucapnya lagi lalu berjalan ke arah Alvan dengan di sisi Leo dan Revan yang ternyata turut ikut untuk mengantar kepergian Deza.
Menatap lekat dengan senyuman tulus yang terpatri di sudut bibirnya "termakasih banyak yah udh mau ikut nganterin gua, terutama lo Alvan, gua bener-bener berterimakasih banyak, karena berkat lo gua-"
"Gak usah banyak bacot, kalo mau pergi, pergi ajh" potong Alvan.
"Ye padahal gua ngarepin sesi acara teletabis kaya bareng mereka"
"gak usah drama"
"iya iya. Intinya terimakasih banyak" dan Alvan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Jaga diri kalian yah, gua pergi" pamit Deza sembari menggeret kopernya di susul pria dengan jas hitam rapih di belakangnya.
"Jaga diri lo Za, hati-hati!!" teriak Wisnu yang di balas lambaian tangan oleh deza.
Sampai langkah Deza tak terlihat lagi, Alvan pergi berlalu tanpa kata, di susul Leo dan Revan di belakangnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)