Kini di satu ruangan itu atau lebih tepatnya kamar yang Ashlan tempati, sudah berada Alvan yang duduk di kursi depan ranjang Ashlan dan Renhard yang berada di pinggir ranjangnya.
"Kelihatannya lo udah baikan yah?" Ucap Alvan datar.
"Jaga bicaramu Alvan, dia masih lah papa mu, jangan bersikap kurang ajar" sanggah Renhard yang merasa tak suka dengan intonasi dan kata yang Alvan gunakan pada putra bungsunya.
"Bersikap baik untuk orang seperti dia? Aku tidak senaif itu untuk memaklumi perlakuannya terhadapku"
"Alvan-"
Ucapan Renhard terpotong kala Ashlan menyuruh ayahnya itu untuk diam dengan kode mata yang ia berikan.
"Ada hal penting apa sampai kamu datang menemui papa? Apa yang kamu lakukan terhadap papa belum membuat mu puas Alvan?" Ucap Ashlan menjeda ucapannya, lalu menghirup nafas dalam "papa akan lakukan apapun untuk kamu Alvan, apapun yang kamu mau, papa akan lakukan, papa benar-benar menyesal dan meminta maaf mu dengan sangat" lanjutnya sendu.
'bukan urusan gua mau nerima maaf lo atau engga, itu urusan adek gua Ashlan, tugas gua cuman memberikan hadiah yang stimpal dengan apa yang kalian lakuin sama adek gua' geram Alvan dalam hati.
"Tenang saja, gua rasa udah cukup hadiah yang gua kasih sama lo" jawabnya.
Ashlan menatap penuh harap, ada secercah bahagia yang hinggap di hatinya "Apa kamu mau menrima maaf papa Alvan? Apa kamu sudah memaafkan papa?"
Alvan menyunggingkan senyumnya sekilas "gua gak butuh maaf lo" Ashlan menunduk lesu ketika jawaban yang Alvan berikan cukup membuatnya sedikit kecewa "tapi gua mau lo jawab pertanyaan gua?"
Ashlan menatap Alvan lekat "katakan apa itu? Jika memang papa tau papa akan jawab sepenuhnya"
"Siapa Reynald Kelovi?"
"Reynald Kelovi?!" Kaget Renhard tiba-tiba hingga membuat Alvan dan Ashlan menatap penuh tanya ke arahnya.
"Apa Opa tau sesuatu?" Tanya Ashlan.
"Opa tidak yakin, tapi nama itu cukup tak asing bagi Opa, karena dulu Opa dengan dia cukup dekat, namun keberadaannya sudah tak lagi Opa dengar"
Alvan kembali menatap Ashlan "jadi ada hubungan apa lo sama dia?" Tekan Ashlan.
Ashlan terdiam sejenak, lalu menatap manik Alvan dengan serius "papa ingatkan, kamu tidak usah berurusan dengan dia Alvan"
"Lo gak perlu ngatur apa yang perlu gua lakuin, lo cukup jawab apa yang gua tanyain" tekan Alvan.
Renhard mengerutkan dahinya bingung "kenapa kamu ingin tahu tentang dia Alvan?"
"Dia adalah orang yang sudah terlibat dengan rencananya, jadi sudah sepatutnya aku mengetahui siapa dia, karena dia juga sudah ikut campur tangan atas apa yang sudah menimpaku" timpal Alvan.
"Jadi katakan siapa dia? Dan punya hubungan apa lo dengan dia?" Tanya Alvan kembali.
"Baiklah akan papa katakan sepenuhnya yang papa ketahui" ucap Ashlan menjeda ucapannya lalu menatap Alvan lekat "dia adalah orang yang cukup berpengaruh di dunia bawah setelah Bagaskara, bahkan wanita yang menjadi istriku dulu yang ayah kira mata-mata Reksandana dia adalah bawahan Reynald"
"Aku menyetujui kerja sama dengan dia ketika dia mau membantu ku untuk membalaskan dendam ku terhadap Gevano, hingga dia mau ikut andil membersihkan bukti serta rencana dari semenjak aku membuat masalah dengan perusahaan ayah bahkan hingga kematian Cintya"
Alvan menggeram marah, bahkan dia sudah mengepalkan tangannya kuat "kesepatakan apa yang sudah kalian perbuat?" Tanya Alvan.
"Tidak banyak. Hanya papa meminta dia untuk membantu apapun rencana papa dengan dia meminta berkas tentang perusahaan Gevano bahkan dia menginginkan satu persatu identitas dari keluarga Gevano" jawabnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)