"Iyaa aku mau"
Ucap seorang wanita yang tak lain adalah Cintya, membuat pria yang baru saja sampai di depan ruang tamu terdiam di tempat, menatap ke arah dua keluarga yang terlihat penuh kebahagiaan.
Pria itu Ashlan, kini masih menatap tak percaya atas apa yang dia dengar barusan di tambah karena dua keluarga itu yang salah satunya merupakan keluarganya sendiri.
"Nah jadi kapan pernikahan nya akan di langsungkan?" Tanya Senia yang menjabat sebagai mamah dari Cintya.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, dan minggu depan juga sudah bisa di langsungkan" jawab Gino penuh keyakinan.
"Apa tidak terlalu cepat?" Tanya Senia kembali.
"Aku rasa tidak, terlebih kita sudah mengenal satu sama lain sebelumnya meski tanpa ikatan hubungan special, tapi aku sudah memantapkan hatiku untuk Cintya"
"Dan kamu Cintya, apa kamu sudah siap juga untuk menjadi istri Gino?" Tanya Gery ayah Cintya.
Dengan senyuman manis Cintya mengangguk "aku sudah sangat siap pah"
Deg.!!
Bagai tersambar petir di siang bolong, Ashlan menatap tak percaya dengan tutur kata Cintya, dengan perasaan yang berkecamuk antara marah dan kecewa dia berjalan ke arah dua keluarga itu.
"Cintya" panggilnya hingga membuat dua keluarga itu menatap ke arahnya.
"Ashlan?!" Ucap mereka serempak.
"Apa kalian mengenal Ashlan?" Tanya Senia yang merasa heran karena gelagat yang mereka berikan.
"Tentu saja, dia adalah anak bungsu kami, Ashlan Hindra Gevano" jawab Larissa.
Gery merasa terkejut dengan fakta itu bahwasanya yang ia tau, Ashlan hanyalah sahabat dari anaknya dan ia tidak mengetahui hal lebih dari itu.
"Papah tidak pernah tau tentang itu Ashlan, apa kamu mencoba menyembunyikan identitas mu?" Tanya Gery menatap Ashlan meminta jawaban.
Ashlan menggeleng cepat "aku tidak bermaksud untuk menyembunyikannya pah, hanya saja aku kira papah tidak terlalu peduli dengan identitasku"
"Jadi ada perlu apa kamu kesini Ashlan?" Tekan Renhard.
"Maaf ayah, ibu, papah, mamah, boleh aku berbicara dengan Cintya sebentar?"
Gino menatap tajam ke arah Ashlan "ada perlu apa kamu dengan calon istri ku?"
Ashlan mentap malas, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Cintya"bisa kita bicara?"
Cintya menatap penuh ragu "tapi-"
"Sebentar saja" potong Ashlan.
Dan merekapun mengangguk menyetujui di saat cintya menatap penuh tanya ke arah dua keluarganya.
Hingga sampai mereka di halaman belakang rumah, untuk beberapa saat keheningan menyapa mereka.
"Gue gak tau kalo lo ternyata salah satu keluarga Gevano Ashlan" ucap Cintya mengawali "dan ternyata Gino adalah kakak lo?"
Ashlan termenung sesaat, lalu menatap Cintya intens "jika gue tau lo dekat dengan Gino, jika sebelumnya gua tau kalo orang yang lo suka itu Gino, jika memang gua tau orang yang lo kejar itu Gino, gua gak akan pernah setuju Cintya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)