Ketiga orang itu, yang tak lain Shikigami Chameleon duduk santai di sofa dengan pandangan ke depan melihat ke arah Deza yang masih berdiri menundukan kepalanya.
"Kalo gak ada yang mau lo omongin, mending keluar" sarkas Riyu karena dia yang sudah merasa jengah kala melihat Deza yang sudah berdiri lebih dari 10 menit sembari menundukan kepalanya.
Dengan gelagapan Deza berusaha menetralisir kan nafasnya, menatap ke arah ketiganya dengan menampilkan deretan gigi putih bersihnya ke arah mereka.
"Malah cengengesan lagi lo" lanjut Riyu.
"Ya maaf bang" ucapnya lalu menghirup nafas dalam "gua disini mau minta maaf atas apa yang udah gua perbuat tadi"
"Gua gak butuh maaf lo" hardik Kara namun Ash masih diam tak minat untuk memandang ke arahnya.
Menghirup nafas dalam Deza manatap penuh yakin "gua tau letak kesalahan gua, maka dari itu gua minta maaf, dan apa yang kalian katakan itu benar adanya, bahwa gak seharusnya gua bersikap naif kaya gitu, membiarkan orang yang hanya akan menjadi ancaman untuk diri gua sendiri"
Setelah mendengar utaraan dari Deza Ash menatap dengan serius "apa yang bakal lo lakuin sekarang?"
"Kalo bisa gua gak akan tinggal di kota ini lagi atau bahkan di negara ini lagi" jawabnya penuh keyakinan.
"Meninggalkan semuanya yang lo punya disini?" Tanya Kara.
"gua bukan mau ninggalin, cuman pergi sesaat" jawabnya dengan jeda "sekalian mau ngurusin warisan dari nyokap bokap gua kan?"
"Ya itu urusan lo, bukan kita" sarkas Riyu.
Deza berpikir sejenak hingga sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman "bagaimana kalo kalian yang mengurusnya saja? Kalian cukup kasih gua ke untungan aja, untuk berapa persen pun kalian mau, gua gak papa kok"
"Lo pikir kita mau?" Tanya Kara.
"Ayolah bang, masa gak mau sih mengurus perusahaan milik keluarga gua, kalian tau sendiri kan posisi Rahardian di kalangan bisnis itu dimna?" Bujuknya lagi.
"Jadikan diri lo layak untuk menjalin kerjasama dengan kami, kalo memang lo mau perusahaan itu kami yang mengurusnya" hardik Ash.
Deza berpikir sejenak "maksudnya bang?"
"Lo gak perlu berpikir keras soal perusahaan lo tentang siapa yang akan mengurusnya? arena sebelum lo lahir pun perusahaan itu sudah ada yang menanganinya"
"Siapa?"
"Besok lo juga akan tau" ucap Ash "sekaligus dengan keberangkatan lo keluar negri kalo lo mau keberangkatan lo di percepat" lanjut Ash lalu kembali melihat layar laptopnya.
"Abang serius?" Tanya Deza merasa tidak yakin dengan apa yang di katakan Alvan.
"Kita obrolin besok" jawabnya lalu menatap ke arah Deza "sekarang lo keluar karena urusan lo sama gua udah selesai"
"Abang ngusir gua?"
"Keluar!!" Tekannya lagi.
"Iya iyaa gua keluar" lalu Deza tersenyum sesaat "dan terimakasih atas semuanya" ucapnya lagi, lalu berlalu keluar dari ruangan tersebut, menyisakan Ash, Riyu dan juga Kara yang masih hening dalam beberapa saat.
Ash menyodorkan laptopnya "liat kelanjutan dari klipnya"
Kara dan Riyu mengernyitkan alisnya bingung ketika terlihat dalam sebuah klip Vidio kelanjutan dari penembakan Ravi, ternyata orang yang menembaknya merupakan seorang pria paruh baya yang masih terlihat berwibawa.
"Orang itu-"
"Ya dia yang harus kita cari karena dia ada balik semuanaya" potong Ash.
"Termasuk Ashlan?" Tanya Kara dan Ash hanya mengangguk sebagai jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)