Part. 37

11.2K 649 26
                                        

*PERHATIAN.!!

Chapter kali ini dan beberapa Chapter kedepannya akan mengandung kekerasan yang begitu kentara. Dimana pembunuhan, pembantaian dan eksekusi massal akan terjadi kali ini.

Dan akan ada beberapa scene sadis berupa penyiksaan, bahkan terdapat scene mutilasi, serta perilaku yang tak patut untuk di tiru.

Saya haraf pembaca di bawah usia 20thun tidak turut untuk membacanya. ya kecuali kalo penasaran banget sih, itu hak kalian juga yang penting gua udah ngingetin:(

Ingat.!! Cerita ini hanyalah fiksi belaka, dimana adegan, nama, atau pun tempat hanyalah hasil dari karangan author semata.

Tidak untuk di tiru atau bahkan melakukan praktek secara langsung.!!
Haraf bijak dalam memilih bacaannya. Ok^^

Mengenang apa yang perlu di kenang dan lupakan apa yang tak perlu di ingat.!!

Terimakasih dan...

Enjoy reading…

••••••••

Para pasukan yang sudah berjejer rapi, dimana persenjataan yang lengkap sudah mereka pasangi. Menatap ke arah depan yang seakan melihat kondisi untuk kapan mereka memulai penyerangan.

"Gua sekarang" ucap Ash yang di anggukan oleh Kara sebagai jawaban.

Ash berjalan dengan tegap beserta sniper nya yang kini ia pegang dengan lekat, lalu memberikan intrupsi kepada pengikutnya untuk berpencar sampai menemukan posisi yang tepat dan akurat.

Hingga sampailah Ash pada satu tempat di tebing tinggi memposisikan dirinya dengan senyaman mungkin, dengan snipers yang sudah tertodong pada bangunan bertingkat yang berada jauh dari pemukiman.

Tempat yang tidak seperti hutan, namun terdapat banyak pepohonan, dimana ladang luas membentang, hingga terlihat cocok untuk di jadikan sebagai markas persembunyian.

Ash menekan earphone sebelah kirinya  "Semua siap siaga.!!" printahnya dimana earphone sebelah kirinya yang sudah tersambung dengan semua pengikutnya.

Namun berbeda dengan earphone sebelah kanannya yang di khususkan untuk komunikasi antara para pemimpin Releova.

"Ready Ash" jawab mereka serempak.

Hingga sampai pada Riyu yang kini sudah mulai menerobos masuk, menghabisi segala penjaga pintu keamanan dengan senyap, seperti bayangan yang hanya lewat dalam sekejap.

Yang di lakukannya pun juga cukup beragam dari mulai menikamnya, hinga mematahkan lehernya sampai tewas.

Setelah di rasa cukup Riyu menekan earphone kirinya yang sudah tersambung pada para pengikutnya "kondisi?"

"Siap menyerang Riyu" jawab salah satu perwakilan dari mereka.

Menganggukan kepalanya sekilas, Riyu menekan earphone sebelah kanannya yang sudah tersambung dengan Ash dan Kara "selesai" ucapnya.

Kara mengangguk sesaat "RELEOVA.!!" Teriaknya.

"BANTAI SEMUA YANG ADA KARENA MEREKA HANYALAH HAMA.!!" Jawab mereka serempak.

"Serang.!!" Teriak kara memberikan intrupsi.

Hingga pada akhirnya semua pasukan yang di pimpin oleh Kara mulai maju menyerbu ke arah bangunan bertingkat itu.

Alvan's Transmigrasi [End] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang