Part. 69

2.4K 143 8
                                        


"HAHAHA!!!" Tawa menggelegar itu nyaring terdengar di saat suasana sunyi sempat terjadi kala Alvan sudah terbaring tak sadarkan diri.

Riyu menoleh, air mata yang sempat mengalir membasahi pipinya melewati topeng tipis yang ia guanakan, tanpa niat mengahapus jejaknya, ia menatap penuh amarah.

"Ada apa dengan tatapan itu hah? Kau tak terima? Atau kau ingin segera menyusulnya?" Ucapnya dengan tatapan remeh yang terarah.

"RELEOVA!!" teriaknya, hingga beberapa assasin datang dari berbabagai arah, berada tepat di belakang Riyu dan itu sempat membuat Reynald terkejut mundur beberapa langkah dengan tatapan waspada.

"Kami siap menjalankan printah" salah satu dari mereka berucap.

"Bawa Alvan pergi, seret keluarga bajingannya itu dari sini, tinggalkan mansion ini sekarang juga" printahnya.

"Riyu-" Renhard mencoba menyela.

"Aku tak menerima keluhan apapun, kalian pergi dari sini, ikuti bawahanku dan turutilah" Potongnya dengan penuh penekanan, tanpa menoleh pada lawan bicara.

"Habisi semua yang menghalangi" printahnya kembali, membuat mereka mengangguk mengerti dan mengikuti apa yang di perintahkan.

Riyu berdiri dengan tatapan sengit, tanpa memperdulikan apa yang terjadi di sekiatarnya.

"jangan harap lo bisa meminta mati" tegas Riyu dengan mempererat pijakannya.

"kau mengancamku? Dengan hanya kau berdiri seorang diri?" Sargah Reynald ketika melihat sekitar yang memang hanya tersisa mereka berdua.

Menatap sengit kedepan, tatapan penuh amarah itu turut di layangkan, Riyu melepas sapu tangannya secara perlahan, hingga mempererat kembali pijakannya seolah ia sedang mempersiapkan diri.

"kau akan segera tau siapa aku, dimana berdiri sendiri pun hanya untuk melawanmu aku jauh lebih mampu" ucapnya dengan nada rendah.

Reynald menatap meremehkan "lalu apa yang ingin ka-"

Grep!

Ugh!

Dengan sergapan cepat Riyu menangkap leher Reynald.

Bught!

Brakht!

Gerakan tiba-tiba itu tidak bisa membuat Reynald menghindar, bahkan ia sempat merasa terkejut sampai di gantikan dengan rasa sakit ketika cengkraman erat mendarat tepat di lehernya, dengan tubuhnya yang seketika itu juga seakan melayang hingga membuat dia terhuyung sampai tubuhnya mengnai tembok.

Dapat di lihat seberapa keras dorongan yang Riyu lakukan, ketika dorongan itu mampu membuat dinding ikut retak.

Bught!!

Bught!!

Riyu menekan lehernya dengan kuat, seakan ia merasa jika sedikit saja melonggar maka cekalamnya akan terlepas.

Tak perduli dinding itu akan roboh atau pun hancur, ia terus saja memukulnya dengan tubuh Reynald yang menjadi tumpuan, terus menerus membenturkan lehernya hingga kepala yang menjadi benturan mulai mengeluarkan cairan merah.

Seakan buta dan tak perduli dia terus membenturkan leher Reynald meluapkan segala amarah yang sudah berada di puncaknya.

Brught!

Tubuh Reynald ambrug ke lantai ketika Riyu meLepas cekalannya, hingga ia menarik kerah kemeja itu dengan kuat, hingga tatapan mereka bertemu.

"ka-"

Bught!

Brakht!

Ucapan itu terpotong ketika Riyu membanting tubuhnya dengan kuat, lalu melemparkan tubuh Reynald hinga beberapa meter jauhnya.

Alvan's Transmigrasi [End] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang