Anyingaseo Barudak...
][•Enjoy Reading!!•][
•
•
Air yang membentang luas, menggenang membentuk sebuah danau, terlihat jernih sejauh mata memandang. Biasan cahaya dari sinar matahari di langit biru cerah, menambah keindahan dimana pantulan warna itu begitu memanjakan mata.
Pepohonan yang seolah tertata, bunga-bunga yang bermekaran di sebagian danau menambah kesan dimana keindahan alam itu nyata tercipta.
Hingga terlihat dimana dua remaja berbeda usia dengan yang lebih tua bersandar di batang pohon dan paha yang di jadikan bantalan oleh remja yanh lebih muda.
Menikmati setiap moment yang ada dimana mereka telah menghabiskan waktu yang cukup lama dengan bercanda tawa bersama, berdiam diri hanya untuk menikmati alam yang di suguhkan untuk keduanya.
Semilir angin lembut menyapu wajahnya yang sedang menutup mata, menggoyangkan pelan rambutnya hingga menampakan kesempurnaan tuhan pada penciptanya.
"Khihi.." kehkehan kecil terdengar dari remaja yang lebih muda menatap pahatan rahang yang begitu terlihat sempurna.
Ketampanan yang terlihat begitu memukau dengan bulu mata lentik yang tertutup, alis yang terukir alami, hidung yang tidak terlalu mancung dan tidak juga pesek, bibir berwarna merah chery, meski terlihat seolah tenang namun wajah tegasnya tak dapat di sembunyikan, dengan kulit putihnya yang membuatnya terlihat tampan.
Remaja yang terbaring itu menatap lucu ketika jakun pemuda itu terlihat naik turun, seolah penasaran ia meraba pelan.
Grep!
Belum sempat jari tangannya meyentuh, cekalan tangan lebih dulu menghentikannya "jangan lakukan itu Alvan" suara itu terdengar begitu tegas di balik mata yang masih tertutup.
Remaja yang di panggil Alvan itu mengerjap pelan "aku hanya ingin menyentuhnya bang" jawabnya lesu.
Perlahan ia membuka matanya menatap lekat pada Alvan yang masih terbaring di pahanya "kamu nakal" pemuda itu Al melepaskan tangannya dari cekalannya
"Pelit" tukasnya lalu beranjak duduk seolah merajuk dia membelakangi abangnya.
Ya dia adalah Al dan Alvan, bertemu kembali dimana dunia yang seolah milik mereka berdua.
Al selaku yang lebih tua faham betul bahwa remaja yang ia anggap adiknya itu tengah merajuk padanya, menghela nafas pelan "abang cuman gak mau kamu tiba-tiba mencekik abang nantinya"
Alvan menoleh menatap sengit "abang pikir aku setega itu?" mengakat kedua bahunya "mungkin saja kan" jawab Al acuh.
Menatap intens hingga seringaian terbit di bibir manisnya, hingga Alvan menyerang Al dengan gelitikan "rasakan" ucapnya hingga membuat Al ambrug dengan tawa yang mulai terdengar.
"Hahah! Itu geli Alvan" racaunya "hentikan"
"Tidak akan dan nikmati saja rasanya" balasnya seraya terus melakukan aksinya.
Al yang sudah merasa tidak tahan, dengan sekuat tenaga ia menghalau lengan Alvan, hingga ia berhasil membalikan keadaan dimana kini Alvan yang di gelitik.
"Abang haha, hentikann hahah!!"
"Kamu memaksa abang untuk membalasnya"
"Hentikan haha! Itu geli sungguh haha!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)