Di ruang keluarga di rumah yang tidak terlalu besar dan juga tidak di sebut kecil, dua remaja itu kini duduk di sofa dengan menggunakan pakaian khas mereka.
Revan dengan kemeja putih polos di balut jas hitam dengan dasi yang sedikit longgar di padukan dengan celana bahan berwarna senada "Leo masih belum selesai?" tanyanya.
Alvan dengan pakaian biru tua bermotif bulan bintang khas baju tidur mengangkat kedua bahunya "entahlah"
Hingga seorang remaja yang baru saja turun dengan stylishnya yang menggunakan celana jeans yang sedikit ketat, di padukan dengan turtleneck abu gelap yang di balut dengan cardigan tipis sepaha, berjalan ke arah mereka "sorry sedikit telat" ucapnya di akhiri cengiran.
Revan dan Alvan beranjak dari duduknya lalu mengeluarkan topeng mereka.
Topeng milik Revan yang berwarna hitam dengan sudut kirinya yang runcing lebih terlihat seperti tanduk kecil.
Alvan dengan topeng putih polos tanpa corak apapun, dan Leo dengan topeng berwarna abu gelap dengan tali yang sedikit terurai panjang kebelakang.
Menggunakannya secara bersamaan, memperlihatkan karakteristik mereka yang berbeda-beda.
Sorot mata tajam penuh ancaman turut terlihat di balik topeng itu, seakan keangkuhan yang sulit untuk di elakan, Revan yang mengatasnamakan dirinya Kara. Dengan status ahli negosiasi yang selalu hadir di kalangan pertemuan para petinggi sekaligus pemimpin penyerangan dari Shikigami Chameleon.
Lalu di balik topeng putih polos itu, terlihat kilatan malas yang seakan sulit untuk di dekati, keterdiamannya yang seakan menjadi khas akan darinya.
Mengatasnamakan Ars, Alvan yang selalu menjadi incaran para kolega bisnis papan atas bahkan para petinggi dunia bawah karena ideologi yang ia utrakan selalu mampu membuat mereka bungkam, karena menemukan fakta yang seolah membuka keuntungan untuk bisa mereka miliki.
Namun itu tertutup oleh sikap arogannya yang membuat ia sulit untuk di dekati, yang ada mereka malah terjerumus dengan permaainan yang mereka mainkan sendiri, otak dari Releova begitu mereka mendeskripsikannya.
Di tambah dia yang di sebuat sebagai Belati Berkarat dari Shikigami Chameleon, karena ia yang tidak pernah memberi kematian mutlak pada musuhnya, hanya membiarkannya menahan sakit tanpa meberinya kematian, yang masih bisa di obati tapi tidak bisa di sembuhkan secara mendalam.
Sedangankan pancaran senyum yang selalu di perlihatkan Leo yang mengatasnamakan dirinya Riyu, terlihat begitu manis, ucapannya yang begitu menggelitik membuat beberapa dari kalangan mereka begitu tertarik atas keberadaanya, bahkan dia pribadi yang terlihat mudah di dekati.
Meski nyatanya itu hanyalah kepalsuan semata, senyum manisnya yang seakan mampu melihat titik terendah orang tertentu, kosa katanya yang terdengar menggelitik justru mampu menguak informasi dari siapapun yang ia mau.
Bahkan tingkahnya yang mudah di dekati itu seakan mampu menyayat di setiap inci tubuh mereka. Begitulah mereka menyebutnya sebagai Mata Berduri dari Shikigami Chameleon
"tes tes satu dua tiga, ok sudah pas" ucap Leo atau kini kita sebut Riyu kala ia mengecek suaranya yang sudah berubah.
Yah, topeng yang mereka gunakan, bukan lah topeng yang hanya untuk menutupi wajah mereka, melainkan di sana terdapat alat yang mampu merekam suara mereka lalu mengeluarkannya dengan suara yang berbeda, itulah salah satu yang membuat mereka tidak mudah di kenali atau bahkan di lacak begitu saja.
"ada yang tertinggal?" tanya Kara yang kini suaranya sudah lebih berwibawa dari sebelumnya.
Mereka hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)