"Tuan, Ashlan beserta istri dari Arkana, anak pertama, ketiga dan ke empatnya pergi dari kediaman Mansion itu, di ikuti oleh anak ketiga dan ke empat dari Gino" lapor salah seorang pria yang kini berdiri tepat di hadapan pria baya yang duduk di kursi kebesarannya.
"Di pagi dini seperti ini?" tanyanya.
"Ya tuan, terlihat dari apa yang mereka bawa, sepertinya mereka sengaja pergi"
"Siapa saja yang menatap disana?"
"Tuan Renhard, Arkana, Gino dan anak kedua Arkana beserta anak pertama dan kedua dari Gino"
Pria baya yang tak lain adalah Reynald nengetuk meja seraya diam berpikir, menyimak laporan dari seseorang yang menjabat sebagi sekertarisnya saat ini "mereka terlalu ikut campur" geramnya lalu menatap tajam ke arag sekertarisnya "lakukan penyerangan terhadap perjalanan mereka, jangan biarkan lolos satu pun dari mereka, jika perlu bunuh mereka semua" printahnya.
Reno sekertaris dari Reynald itu mengangguk mengerti "sesuai printah anda tuan" jawabnya lalu pergi berlalu dari hadapannya.
"Kalian bener-benar mengibarkan bendera perang denganku. nantikan saja, setelah ini maka kalian akan mendapatkan kehancuran, hingga nama Shikigami Chameleon itu hanyalah sebuah cerita belaka" lanjutnya dengan sunggingan di akhir kalimat.
Karena ia begitu sadar, informasi yang seharusnya tidak dapat Gevano sadari, tapi mampu mereka ketahui apa yang akan terjadi. Jika bukan salah satu dari shikigami Chameleon yang membocorkannya.
Sedangkan di sisi lain di sebuah ruangan dengan beberpa layar monitor, Ars memantau pergerakan dari keluarga Gevano tersebut melalui cctv yang ia retas sendiri, menekan earphonenya "semua siap siaga di tempat yang sudah di kordinasi sebelumnya, pastikan perjalanan mereka terjamin aman tanpa kendala" printahnya yang tertuju pada pasukan sniper miliknya.
"Pasukan sudah siap Ars" ucap Riyu yang kini sudah berdiri di belakangnya.
Ars menoleh ke belakang, menatap Riyu dengan datar "cukup sampai sini Riyu, gua gak memerlukan pasukan lo" jawab Ars tegas.
Menaikan sebelah alisnya, menatap tak suka dengan apa yang Ars lontarkan "tidak usah bertindak bodoh Ars, lo tau lawan kita kali ini tidak semudah yang lo pikir"
"Tapi dengan menggunakan pasukan lo, itu terlalu mencolok"
"Lo lupa siapa gua dan pasukan gua Ars? Bahkan gua bisa bertindak tanpa lo sadari" tekannya.
"Gua tau, tapi gua gak mau terlalu banyak melibatkan Releova"
"Dan lo juga gak bakal gunain pasukan gua?" Kara ikut menimpali yang baru saja masuk ke ruangan milik Ars.
"Ya, itu tidak di perlukan"
"Tapi kenapa? Setidaknya jika semua di kerahkan, kemenangan lo akan ada di depan mata" sanggahnya
"Kalian amati saja, gua sendiri sudah cukup untuk sekedar menghabisi keberadaannya"
Riyu menukik tajam "Lo gila? Mana mungkin gua biarin itu terjadi hah? Lo lupa siapa Reynald Kavelo?" tekan Riyu "bukan pasukannya yang menjadi ancaman, tapi kelicikan yang di miliki Ars!!" lanjutnya dengan marah.
"Ini urusan gua Riyu, dari awal seharusnya kalian juga tidak ikut terlalu terlibat"
"Tapi dia juga sudah menargetkan kita Ars" Kara turut menimpali.
"Gua akan pastiin dia hancur saat penyerangan itu tiba, dan kalian tidak perlu repot mengotori tangan kalian sendiri" sanggahnya.
"Lo gak percaya sama kita?" tanya Riyu yang menatap kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)