Part. 67

2.5K 161 2
                                        


Pria dengan topeng putih polos, memakai pakaian santai yang terbilang sangat santai itu,  baju yang akan di kenakan pada saat akan tidur, dengan gambar bulan bintang, berwarna navy di balut dengan Haori berwarna senada.

Ars pemilik nama dari pria tersebut, berjalan lurus menuju pria baya yang masih berusaha bangkit dari tubuhnya yang terkapar di lantai, akibat tendangan yang ia terima.

Sorot mata tajam, kilatan penuh ketenangan, menggambarkan seseorang yang mampu menekan lawan secara instan. Ars manatap pria baya itu Reynald dengan tatapan merendahkan.

Cuih!!

Reynald meludah ketika rasa asin yang bercampur dalam indra prasanya, terlihat darah yang sudah bercampur air liur berada di lantai.

Menatap penuh amarah terhadapnya "kau memang penganganggu, bahkan aku tak ingat kau memiliki urusan dengan keluarga ini"

Ars menarik sudut bibirnya "memang, tapi kehadiranmulah akar dari kesengsaraan yang adikku alami" jawabnya.

Menukik sebelah alis nya menatap heran dengan tanya "adik?"

Menghela nafas sesaat "kau lebih baik mati"

"kau kira semudah itu?"

"kenapa tidak?"

Sedangkan di sisi lain, Aditya yang masih bertarung dengan Raka menatap penuh was was pada sang tuan.

"Sialan!" umpatnya lalu menatap penuh waspada ketika Raka yang kembali menyerang ke arahnya.

Duaght!!

Aditya menghalau pukulannya. Dengan sorot mata penuh amarah, wajah yang tidak sabaran itu tercetak jelas di wajah miliknya.

"Tunggu sebentar tuan" gumamnya, hingga kilatan mata penuh keseriusan itu terpancar darinya.

Aditya berlari ke arah Raka, lalu menyerangnya dengan bertubi-tubi, kecepatan yang meningkat, membuat Raka seolah kembali merasakan kekuatan yang berbeda.

Dught!

Bught!

Tangkisan yang selaras, serangan yang seolah cepat dan tepat ia lakukan hingga membuat Raka mundur.

Hingga tatapan Aditya mengarah pada tuannya yang kini sudah terpojok, merasa semakin was-was kala Ars yang sudah mencondongkan pistolnya.

Menatap kembali Raka yang akan kembali menyerang. Aditya mengambil ancang ancang dan sedikit berlari "Mati kau keparat!!" Racaunya, lalu memutar tendangannya kesamping.

Bught!!

Sreakk!!

Brakht!

Tendangan kuat itu tepat mengenai wajah samping Raka Hingga membuat Raka terkapar.

"Lemah" ucapnya kala melihat Raka yang sudah terbaring di lantai dengan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.

Tak memperdulikan itu, Aditya kini menatap ke arah Tuannya, dengan geram dia berlari ke arahnya, sembari mencondongkan postol ke arah Ars.

Dor!!

Prang!!

Ars memblokir tembakan, dengan belati yang ia gunakan, tanpa perhitungan ia kembali melihat serangan yang datang secata tiba-tiba ke arahnya.

Duaght!!

Tepat. Ia mampu menahannya, ketika lutut yang akan menyerang wajahnya.

"Tuan baik-baik saja" tanpa menoleh ke arah belakang, Aditya bertanya sembari menatap ke arah Ars yang menjadikannya sebuah ancaman.

Alvan's Transmigrasi [End] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang