Seorang pria yang tak lain adalah Ashlan, duduk di atas kursi dengan mata terpejam, tangan yang sudah di borgol ke belakang dan badan yang sudah di ikat dengan rantai serta tak luput kakinya pun juga ikut di borgol.
"Lama banget anjing sadarnya" ucap Alvan dengan pandangannya yang mengarah pada Ashlan.
"Mati kali" jawab Riyu yang tengah bermain dengan Arga, lebih tepatnya Riyu yang mempermainkan Arga menggunakan pisau panjangnya.
Bahkan erangan serta ringisan turut Arga salurkan, ketika kulit badannya yang kini sudah penuh dengan luka sayatan.
Dia juga tak mampu melawan, dimana tubuhnya yang sudah di ikat ketat di atas kursi besi, dengan mulut yang di sumpal oleh kain.
Arga hanya mampu menahan dengan air mata yang terus bercucuran keluar, menahan sakit kala Riyu terus menambah sayatan di setiap inci tubuhnya, bahkan dada dan perutnya sudah penuh dengan luka dimana Riyu menyebutnya maha karya.
Byurr.!!
"Arghhtt.!!
"Lama" ucap Kara yang menyiramkan air garam pada tubuh Ashlan dan itu berhasil membuatnya tersadar dengan teriakan, karena rasa perih yang kembali terasa di sekujur tubuhnya "Kan bangun" ucapnya lagi.
"Pinter juga lo" puji Alvan dan Kara hanya memutar bola matanya malas lalu duduk kembali di kursi kebesaran milik Ashlan dengan mata yang menatap pokus ke arah layar monitor komputernya.
Plak.!!
Alvan menampar pipi Ashlan dengan kasar "lama banget sih lo sadarnya, lemah banget deh punya badan"
"A-al to-long hen-"
Plak.!!
"Gak usah ngomong gua belum nyuruh" potong Alvan yang kembali menamparnya lagi.
"Wihh duitnya banyak nih, kita ambil semua ajh kali ya buat foya-foya" ucap Kara tiba-tiba dengan suara kegirangan.
Pltak.!!
"Awww.. sakit Riyu" kata Kara sembari mengusap kepalanya ketika Riyu yang melemparkan selangka pisaunya.
"Berisik lo, ambil yang perlu di ambil ajh, gak usah banyak bacot" jawabnya.
"Sopan lo begitu?"
"Diem deh gua lagi bikin maha karya ini" jawabnya "lihatlah maha karya gua yang indah ini" ucapnya lagi sembari memperlihatkan gambar setangkai bunga mawar di dada milik Arga.
"Goblog" umpat Kara.
Plak.!!
Riyu menggeplak kepala Arga dengan kasar "Gak asik lo ah. Bersuara ke gitu kaya teriak contohnya" gerutu nya.
"Tolol emang lo, kan lo sumpal mulut dia, gimana bisa dia ngeluarin suara babi" jawab kasar Kara.
"Ah iya lupa" ucapnya riang sembari memukul pelan jidatnya sendiri.
"Bego.!!"
Riyu pun membuka kain yang menyumpal mulut Arga, hingga pada saat itu juga Arga meraup nafas yang sudah sedikit tersenggal karena terus menahan nafas untuk meminimalisir rasa sakitnya.
Menatap lirih ke arah Riyu "to-long, le.lepash ka~n, sa.saya, say-"
Bught.!!
"Gua gak nyuruh lo ngomong sialan.!!" Potong Riyu sembari mumukul pipi kanan Arga.
Bught..
Brakht.!!
"Arrghhhtt.!!"
Riyu memukulnya kembali, lalu menendang kursi Arga hingga membuat dia berteriak kencang, karena tekanan luka yang bertabrakan dengan lantai membuat dia kembali merasakan sakit yang teramat hingga darahnya kembali keluar dengan deras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvan's Transmigrasi [End] ✓
RomanceAlvan seorang remaja 18tahun, dengan keahliannya sebagai Hacker handal dengan setatusnya yang menyandang sebagai salah satu sniper terbaik di kalangan organisasinya. Menjelani hidup dengan penuh kekerasan, mengharuskan dia menjadi pribadi yang mandi...
![Alvan's Transmigrasi [End] ✓](https://img.wattpad.com/cover/368203447-64-k679740.jpg)