___________________________________________
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Namanya Bu Suri. Perempuan paruh baya yang sudah bekerja di rumah keluarga Wirasendjaja puluhan tahun lamanya.
Bu Suri sudah dianggap Ibu sendiri oleh Azizi dan Flora, karena telah lamanya mereka berdua dirawat sedari kecil. Usai berpulangnya Ayah dan Mami, Flora mengajak Bu Suri ke rumah baru ketika ia menikah. Belakangan, Azizi terkadang minta Bu Suri juga datang ke rumah setiap hari minggu ketika ia merindukan masakan-masakan Bu Suri yang enak. Maka, setiap hari minggu pula, Bu Suri akan diantarkan supir ke rumah Azizi untuk memasak.
Namun, hari ini, ia agak heran ketika Azizi memintanya datang bukan di hari minggu. Melainkan di hari kerja.
Ya sudah, lagi pula, Flora belum pulang dari New York, Bu Suri kadang suka gabut di rumah hanya bertiga dengan Pak Supir dan Bude Nia—dua orang pekerja lain yang terbilang baru di rumah Flora.
"Selamat pagi Bu Suuuuuriiiii."
Bu Suri yang baru saja meletakkan tasnya di samping sebuah kursi di dapur, hampir saja melompat kala suara melengking memenuhi dua telinganya.
"Bu Suriiiiiii...." Kemudian, Bu Suri hanya pasrah ketika tubuhnya dipeluk dengan erat oleh seorang wanita. Ia hampir megap-megap dan minta pelukan itu dihentikan saking eratnya. "Aku kangen deh sama Ibu." Kini, wanita itu... meraup dua pipi gembul Bu Suri dengan tatapan mata yang sangat tulus, sampai-sampai Bu Suri berpikir... sampai kapan drama-drama aneh dari Marsha Roxanne ini selesai?
Bu Suri tahu betul siapa orang di depannya.
Merupakan Marsha Roxanne, belasan tahun lalu, ia dibawa oleh anak majikannya ke rumah dan diperkenalkan sebagai kekasihnya. Jujur saja, dari awal, Bu Suri tidak suka dengan Neng Marsha.
Neng Marsha ini... ia kenal jauh sebelum menjadi kekasih majikannya. Ia kenal orang ini dari layar kaca, sebagai pemeran Lemba dalam Sinetron Putri Kecil Ayah yang saat itu meledak sekali di jamannya. Karakternya yang tengil, jahat, suka menindas orang dan gemar mencelakai orang lain tentu saja bikin Bu Suri kesal tak berkesudahan. Sampai-sampai ia berjanji pada diri sendiri akan mencubit perut orang ini jika ia bertemu langsung.
Namun, Bu Suri masih mengimani jika jangan sesekali memandang seseorang dari luarnya saja. Lihat juga dalamnya seperti apa, meski Bu Suri kadang-kadang masih berpikir jika orang ini tetap jahat.
Memang benar, hanya waktu yang bisa membuktikan itu semua.
Sekitar tiga tahun lalu, Bu Suri akhirnya mendengar issue dan kabar-kabar miring jika Neng Marsha ini punya selingkuhan setelah setia menemani Azizi selama sembilan tahun, makin panas lah keadaan ketika akhirnya, berita perceraian Si Aa dan Neng Marsha merebak di rumah Flora.
Makin saja rasa tak suka Bu Suri pada Neng Marsha ini menjadi-jadi. Ia bahkan sampai berpikir, apa sih yang kurang dari Si Aa sampai didua begitu saja?
Padahal, Aa orangnya sudah mirip karakter Pangeran Berkuda dalam film-film TV sekali tayang yang sering ia tonton. Aa juga sosok suami yang pengertian, mengerti sekali bagaimana Aa dan pernikahannya disembunyikan demi Neng Marsha punya imej bagus di layar kaca, belum lagi Aa merawat anak-anak ketika Neng Marsha sibuk wara-wiri menggandeng pria. Aa benar-benar definisi laki-laki setia yang tak ada duanya lagi di mata Bu Suri. Sedangkan Neng Marsha... berupa benalu yang punya sifat buruk dan sejalan dengan gaya pakaiannya yang norak dan tak tahu budaya negara kita.
Lihat saja sekarang, Neng Marsha kan statusnya sudah mantan istri si Aa, tapi, gaya pakaiannya di rumah ini... seperti ia adalah Nyonya saja.
"Bu Suri apa kabar?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere Far Away
Hayran Kurgu"Let's run somewhere far away where The Stars kiss The Ocean."
