___________________________________________
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Kamu tahu enggak apa yang bikin harga diri Gracie turun pagi ini?
Betul, diseret Michie ke kamar mandi.
Gracie tidak tahu jika fase menstruasi itu juga menyebabkan tubuhnya tak ingin bangun sama sekali dari ranjang. Ia bahkan tak memedulikan apapun, sampai alarm yang berbunyi ia matikan dan kembali tidur lagi. Sampai tibalah di mana bocah kematian seperti Michie menarik kakinya dan menyeret sampai kamar mandi.
Jika saja Papa tahu... pasti Michie sudah habis pagi ini.
Gracie berjalan duluan dibanding Michie yang sedari tadi bersenandung ria melantunkan lagu Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan yang ditembangkan Bernadya. Salah satu lagu populer yang sering menggema dari kamar Michie. Mungkin, kadang-kadang Michie masih teringat mantannya si Paling Roblox itu. Tapi, masalahnya, suara Michie itu terlampau indah sampai Gracie maunya menyumpali mulut sang adik dengan dasi yang sedang ia pakai sekarang.
"Minggir bisa enggak, sih?"
Samar-samar, Gracie dengar suara perempuan dari dapur rumah mereka.
"Kambing! You ruined my toast!" Pekik Azizi setelahnya. "Where is your unggah-ungguh?! Saya lebih tua dari kamu lho!"
"Sensi banget sih? Belum dicipok Adel, ya?"
"ASHEL! ASHEL! ASHEL!"
"Udah ganti nama dia?"
"Kayaknya Mama bener waktu dulu bilang, kalau kamu itu pas lahir kepalanya kepentok ujung meja. Makanya kapasitas otaknya kurang seperempat."
"Mama siapa?"
"Mama Sinka."
"How sweet you are. Mama Sinka." Marsha tertawa mengejek. "Kamu masih panggil Mamaku dengan Mama juga. Tapi, enggak pernah panggil aku dengan sayang."
"Najis."
"Eits... najis-najis gini, kita pernah telanjang bareng lho..."
"Untungnya... bumi masih berputar... Untungnya ku tak pilih—apa sih, Kak?!" Michie mengaduh kesakitan waktu rambut panjangnya ditarik sekelonet oleh sang kakak.
"Itu Mama?"
"Kuntilanak merah." Jawab Michie malas. "Ya itu Mama lah. Enggak lihat betapa cantiknya Mamaku masak berdua dengan Papaku yang paling keren sedunia itu?"
Aduh, aduh, aduh... Michie jadi kesengsem sendiri lihat Papa yang keren meski masih pakai kaus tipis hampir robek. Papa tuh meski mode gembel masih kelihatan gantengnya, apalagi sudah mode Dokter. Rasanya Michie mau pamer ke seluruh dunia kalau punya Papa ganteng, masih muda, perhatian pula.
"Mama tumben udah di sini?"
"Nginep kali."
"Tidur di mana?!"
"Di kamar gue." Jawab Michie dengan sombong. Meskipun, Gracie tak mungkin iri jika Michie pamer tidur dengan Mama. Gracie kan tidak suka tidur dengan siapapun.
"Iya gitu?"
"Iya lah."
"Mama ada, waktu kamu bangun tidur?"
Sebenarnya tidak ada. Tapi, Michie yakin ia ketiduran di pelukan Mama. Lelahnya menangis dan marah-marah sampai Mama terlihat bersalah, membuat Michie membaringkan badannya, membelakangi Mama. Tak lama, sewaktu dirinya sedang dibelai-belai angin menuju alam bawah sadarnya, Michie tahu jika dari belakang, Mama memeluk Michie dengan erat dan menggumamkan kata maaf beberapa kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere Far Away
Fiksi Penggemar"Let's run somewhere far away where The Stars kiss The Ocean."
