___________________________________________
ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
Marsha duduk bersila di depan iPad punya Azizi yang baru saja ia pasang pada stand holder. Sudah tiga menit semenjak ia duduk, layar baru saja menampilkan tiga orang perempuan yang sedang berkutat dengan kegiatannya masing-masing. Kathrin si playgirl itu--masih berjibaku dengan make-up nya yang belum selesai, ia terlihat hanya mengerling kecil ke arah layar yang menampilkan Marsha sedang kebingungan. Sedangkan di layar lain, Kak Indah--pengacara muda itu malah sedang asyik bergelung selimut sambil menatap layar dengan saksama, Marsha mendengar kabar jika Indah memang sedang tak enak badan, dan di layar berikutnya, Christy masih sibuk duduk bersila di depan studio.
"Ini jam gua mau nge-date Roxanne, tolong banget, gua bilang juga kemaren gua udah nyamperin dua tuyul lo ke FX Sudirman dan mereka bilang mereka udah dijemput sama Om-nya." Kathrina terlihat berdecak dan memutar matanya dengan malas.
"Kemaren gua juga baru aja ngomong ke Fiony, anak-anak lo aman kok di sini, udah lu fokus honeymoon aja... Lagian jadwal beres-beres rumah mungil lo hari ini tuh Kak Lulu, bukan gua..." Christy menimpali, dari layar Marsha lihat Christy sedang menandaskan air ke dalam kerongkongannya.
"Guys... Sorry banget, tapi ini bukan soal Gracie Michie gue..." Marsha menatap dengan tatapan super memohon kepada mereka bertiga. "Dan bukan soal rumah gue..."
Marsha memang sering mendapat bantuan dari Kathrin, Christy dan Lulu untuk membantunya membersihkan rumah, itu terjadi karena dulu beberapa kali Marsha selalu pulang dengan keadaan kacau jika sudah mabuk berat.
"Guys, really, ini bukan soal mereka berdua." Kata Marsha makin memelas.
"Ada kejadian apa lagi Sha? Ini kamu baru mau on the way ke Vienna kah?" Tanya Indah dengan serius.
Well, Marsha sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Indah--istri Dokter Oniel itu, tapi setidaknya saat ini ia butuh orang waras dan agar ia tak canggung ketika meminta pertolongan, maka Marsha mengide untuk menggabungkan dua sahabatnya dengan Indah ketika melakukan facetime.
Masih dengan wajah memelas Marsha mengangguk kecil.
Betul.
Saat ini, Marsha memang sedang melakukan perjalanan ke beberapa negara dengan pacarnya alias papanya anak-anak alias... Ya, manusia itu.
Marsha memang menitipkan dua anaknya kepada sahabat karibnya itu secara tidak langsung, tentu saja, secara langsungnya ia titipkan dua bocah itu... Kepada orang tua dan kakaknya, tapi Marsha malah merasa jika Gracie dan Michie kurang aman jika hanya dipantau oleh pihak keluarga darinya saja.
Hal ini dilatar belakangi karena Marsha sedikit kurang tidak percaya dengan Jesse--abangnya. Well, sebelum keberangkatannya ke Jerman, Jesse sempat memamerkan Boa ekor merah, sejenis ular sanca dengan panjang sekitar 3 meter dan kata Jesse itu sangat lucu dan Jesse berkomitmen untuk memeliharanya di rumah. Jadi pilihan untuk menitipkan dua bocah kesayangannya di rumah Jesse ia coret di urutan pertama.
"Sebenarnya aku lagi bingung Kak Indah..." Kata Marsha dengan gelisah.
"Lo tuh bingungin apa lagi sih, Sha..." Kathrin yang sibuk mengoleskan lipstik di bibir kembali melirik pada layar. "Balikan udah, menuhin wishlist lo honeymoon sama Azizi juga udah—"
"Tin, stop calling it Honeymoon, my broke homies call it Jalan-jalan irit." Tawa Christy meledak menggelegar bikin Marsha melotot tak terima.
"Kak Indah... tuh aku bilang apa kemaren sama kamu, aku tuh bukannya enggak mau Kak Indah gabung di circle aku, cuma circle aku tuh isinya iblis semua..." Marsha malah manyun dan mengadu kepada Indah. Padahal, mereka cuma berbeda dua tahun, tapi entah kenapa Marsha ini semenjak kenal dengan Indah—ia jadi punya sosok Kakak yang momong.
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere Far Away
Fanfiction"Let's run somewhere far away where The Stars kiss The Ocean."
