38. Kompensasi

3.3K 358 74
                                        


___________________________________________



ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ



Sekarang, Marsha ingin menarik kata-katanya soal berdamai dengan Gracie.

Mungkin ini akibat seporsi babi panggang dan sogokan jalan-jalan ke eropa yang bikin ia menyetujui permintaan Azizi untuk segera akur lagi dengan anak pertamanya. Setelah dipikir-pikir, Marsha malah menyesal menyetujui hal itu dan mungkin saja ia juga lebih baik tak jadi pergi liburan daripada harus berdamai dengan Gracie.

Marsha pikir, ia bisa beristirahat dulu dan menyiapkan mentalnya untuk menghadapi Gracie, tapi, Azizi sepertinya tidak mau acara perang dingin mereka berdua berlarut-larut.

Malam ini, Azizi malah memutuskan untuk meninggalkan keduanya di rumah. Dia sih bilangnya mau pergi ke Toko Furniture untuk membeli lemari, tapi, ternyata sudah seharian Azizi membawa Michie dan tak kunjung pulang juga. Mereka melewatkan makan siang dan sepertinya di jam makan malam juga belum tentu segera datang.

Dan sebetulnya, Azizi juga sedang ngambek.

Pagi tadi, sewaktu Marsha mengobrak-abrik kamar Azizi, ia memang berniat hati untuk merapikan pakaian pacarnya itu, semua baju kotor Marsha kemas untuk dicuci ke laundry, termasuk satu celana denim yang sudah menggantung lama sekali dan nampaknya Marsha yakin ia sudah melihat celana itu dari zaman-zaman mereka masih menikah. Azizi jadi rewel setelah tahu celana kesayangannya dicuci, katanya, celana itu tidak pernah dicuci semenjak ia membelinya empat tahun yang lalu, katanya sih, karena ia sedang melakukan breaking in pada celana denimnya.

Marsha jelas pernah dengar istilah seperti itu, tapi, rasanya rahangnya tetap ingin jatuh saat mengetahui bahwa celana itu tak pernah dicuci sampai hampir empat tahun... astaga, ia sudah membayangkan celana itu jadi sarang kuman.

Jam sudah menunjukkan pukul delapan dan Marsha masih diam mati kutu, ia hanya duduk di sofa tanpa menyentuh ponselnya, terakhir ponsel itu disentuh adalah satu jam yang lalu untuk melihat instastory yang diunggah Michie, kelihatannya Michie sedang asyik fancy dinner bersama Azizi.

Sialan, giliran makan enak-ia tidak diajak.

Marsha juga memutuskan untuk tidak memasak. Ia sebenarnya kepikiran untuk mengajak Gracie memasak bersama, tapi, daripada sakit hati dapat penolakan, ia mengurungkan niat baiknya.

"Kak..." Panggil Marsha dengan ragu. Gracie yang lagi selonjoran sambil membaca novel menoleh sebentar. Tatapan tajam dan malas menanggapi Marsha begitu kentara di wajahnya. Bikin nyali Marsha malah makin menciut.

"Kak..." Panggil Marsha lagi.

"Apa?"

"Enggak." Marsha menggeleng canggung.

Karena rumah sepi sekali, hanya ada suara decak jam dinding, suara decakan Gracie juga terdengar di telinga Marsha. Marsha menggigit bibirnya. Ternyata ia lebih takut Gracie daripada Papa dan Mamanya sendiri.

Marsha kembali diam lagi, menatap sekeliling rumah ini. Flora juga tidak kunjung pulang, wanita yang sedang hamil besar itu memang sedang sibuk sekali dengan urusannya. Marsha juga heran, dia sedang melakukan kesibukan apa di luar sana, mana abang tercintanya membebaskan wanita itu keliaran lagi, padahal kalau Marsha tak salah ingat, HPL Flora itu jatuh di minggu ini.

Gracie terlihat menutup novelnya setelah memasang bookmarker di salah satu halamannya. Gracie kemudian beringsut dari selonjoran nikmatnya dan berdiri, kini tanpa kata, ia malah berjalan ke sudut ruang di mana dapur berada. Sepertinya Gracie lapar dan Marsha tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengajak Gracie makan malam.

Somewhere Far AwayTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang