Aeri sedang membantu ibunya untuk menyiapkan sarapan.
"Aeri, bangunin Giselle gih. Supaya bisa sarapan bareng."
"Siap."
Aeri berjalan menuju kamarnya sendiri yang malah ditempati Giselle untuk tidur.
"Giselle! Bangun!."
Giselle membuka matanya, "Apaan?"
"Ibu gue udah nyuruh lo buat sarapan bareng."
"Yaudah nanti, gue mau mandi dulu." Giselle sudah bangkit dari kasurnya.
"Jangan lama-lama ya lo mandinya. Udah numpang juga, masa mau ngebuat ibu gue nunggu lama sih!"
"Iya iya bawel!" Teriak Giselle dari dalam kamar mandi.
Aeri pun keluar dari kamar dan menuju ruang makan.
"Dimana Gisellenya?"
"Baru bangun dia bu. Sekarang lagi mandi."
"Ohh. Yaudah." Ibunya Aeri dan Aeri sedang duduk di kursinya masing-masing. Menatap makanan yang sudah tersaji di meja makan.
"Bu, kita sarapan sekarang aja yuk. Nggak usah lah nungguin Giselle."
"Jangan. Kita nungguin Giselle aja. Kasian dia kalo nanti sarapannya sendirian."
"Kayaknya dia bakal lama deh selesainya."
"Nunggu aja ya Aeri."
Aeri pun cemberut. "Emangnya ibu nggak mau ke toko cepet-cepet?"
"Nggak. Rencananya, ibu mau ngajak kamu sama Giselle jalan-jalan."
"Ha? Jalan-jalan kemana? Tumbenan banget ibu ngajak jalan-jalan. Biasanya ibu selalu sibuk sama toko rotinya?"
"Ya nggak apa-apa sih. Ibu cuma pengin refreshing aja sih. Sekalian.. ibu mau nunjukin sesuatu ke kamu sama Giselle."
"Nunjukin apaan?" Tanya Giselle yang tiba-tiba saja datang.
Aeri menabok lengan Giselle, "Ish. Lo tuh kalo jalan kasih suara kek. Kagetin gue aja lo."
"Loh? Gue jalan juga ada suara langkah kakinya kok. Lo aja yang nggak denger."
"Ha? Emang iya bu?" Tanya Aeri pada ibunya.
"Ibu juga nggak denger sih." Cengir ibunya Aeri.
"Tuhh!! Ibu gue aja nggak denger. Berarti emang lo nya aja, kalo jalan nggak ada suara langkah kakinya. Hantu ya lo jangan-jangan?"
"Sembarangan aja. Gue tuh manusia ya, sama kayak lo."
"Udah, cepet sarapan. Nggak baik ribut di depan makanan."
Akhirnya Aeri dan Giselle sudah duduk di kursinya masing-masing. Sudah memegang piringnya masing-masing yang masih kosong.
"Isiin piring gue dong." Ucap Giselle yang mendekatkan piring kosongnya pada Aeri yang sedang mengisi piring kosongnya sendiri.
"Isiin sendiri dong. Harus mandiri, udah gede juga." Cibir Aeri yang menolak untuk mengisi piring kosong Giselle dengan nasi.
"Ish." Giselle pun berdiri untuk mengisi piring kosongnya dengan nasi dan juga lauk pauknya.
Mereka bertiga pun makan sarapannya bersama.
✷‿✷
Mamanya Giselle terus menangis didekapan suaminya. "Papa, Giselle sampai sekarang belum pulang juga pa. Mama takut Giselle kenapa-napa pa."
"Tenang ya ma. Tenang. Kita semua pasti akan menemukan Giselle kok." Ucap suaminya yang berusaha menenangkan istrinya.
"Iya Janet. Kamu yang tenang ya. Giselle pasti akan ketemu kok." Ucap Taya, yang juga ikut menenangkan temannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
AERISELLE
FanfictionTentang Aeri dan Giselle yang mempunyai wajah mirip namun memiliki gaya yang berbeda.
