26

68 9 1
                                        

"Selle, ke kantin yuk." Ajak Karina, namun tidak ditanggapi oleh Giselle. Karina menatap Giselle bingung, "Selle. Woy!"

Giselle tersentak saat Karina memegang bahunya, "Ha?"

"Ke Kantin yuk. Laper gue." Ajak Karina lagi.

"Gue nggak ikut deh."

"Loh? Kenapa? Mau nitip aja?"

Giselle menggelengkan kepalanya, "Nggak usah. Gue nggak laper."

Giselle benar-benar tidak nafsu untuk ngapa-ngapain.

Akhirnya, Karina pergi ke Kantin sendirian deh. Sesampainya di Kantin, Karina memesan makanan dan minuman. Lalu duduk di meja yang ada Jeno, Jaemin, Renjun, dan Haechan.

"Tumben lo sendiri. Gisellenya mana?" Tanya Haechan.

Karina mencebik kesal, "Gisellenya nggak mau ke Kantin. Katanya nggak laper."

"Tumbenan banget. Biasanya dia walaupun nggak laper tetep pergi ke kantin buat pesen minuman." Ucap Jeno.

"Tau tuh. Giselle emang aneh sih hari ini. Sepanjang pelajaran aja dia ngelamun mulu. Kayak nggak fokus gitu liat guru ngajar." Ucap Karina yang sempat melirik Giselle saat sedang diterangkan guru.

"Dia belum cerita sama lo?" Tanya Jaemin.

Karina memandang Jaemin, "Cerita apaan? Lo tau apa yang sedang terjadi sama Giselle?"

"Nggak. Gue belum tau. Tadi pagi waktu berangkat sama gue, Giselle emang sering ngelamun. Takut banget gue kalo dia jatuh karena ngelamun terus pas gue boncengin. Terus juga, pas jalan dari parkiran ke kelas aja dia masih ngelamun terus. Bahkan, terus-terusan nabrak anak lain lewat. Untung aja dia nggak nyusruk." Jelas Jaemin.

"Gue sempet suruh dia buat cerita sama gue. Karena kayaknya dia lagi banyak pikiran. Tapi dianya nggak mau cerita sama gue. Akhirnya yaudah, gue nasihatin dia buat cerita sama lo Rin, atau nggak sama Haechan. Jadi ya, gue kira dia ada cerita sama lo." Tambah Jaemin.

"Giselle nggak ada cerita apa-apa sama gue." Ucap Karina. Kini Karina berganti menatap Haechan, "Sama lo Chan? Dia ada cerita sama lo nggak?"

"Jangankan cerita, gue ngobrol sama dia aja belum hari ini." Jawab Haechan.

"Lo susulin ke kelas gih, Rin. Tanyain Giselle kenapa. Kali aja dia mau cerita sama lo." Suruh Jeno.

"Nah. Betul tuh. Sekarangkan kelas pasti lagi sepi. Waktu yang pas tuh buat Giselle cerita sama lo." Ucap Renjun.

"Yaudah deh gue pergi ke kelas dulu ya. Jen, tolong bayarin. Gue belum bayar tadi." Ucap Karina yang langsung pergi meninggalkan Jeno dan yang lainnya. Jeno sih hanya nurut aja sih.

✷⁠‿⁠✷

Di kelas, hanya ada Giselle seorang. Teman-teman sekelasnya sedang keluar entah pergi ke kantin, ke toilet, ataupun ke tempat lain sesuai tujuannya masing-masing.

Giselle menatap papan tulis yang kini penuh dengan coretan dari guru matematika. Giselle bukan sedang memahami materi yang baru saja diterangkan, melainkan Giselle sedang memikirkan kemana ia akan pergi. Ia tidak mau pulang ke rumah. Apakah ia harus menginap di sekolah saja? Ahh tidak tidak. Suasana sekolah jika sudah sepi akan menyeramkan. Apalagi kalo malam. Giselle tidak mau cari penyakit.

Giselle menatap handphonenya. Lalu membuka aplikasi telepon. Dia melihat ada nomor kontak dengan nama Aeri di paling atas.

"Aeri kembaran gue kan? Apa gue perlu kasih tau ke dia?" Gumam Giselle yang terus-terusan menatap layar handphonenya.

AERISELLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang