BAB 37. TANPA MEREKA ITU SAKIT

163 11 0
                                        

happy Reading
.
.
"sudah terbiasa merayakan hari spesial dengan orang yang sangat kita sayangi dan kita cintai, trus bagaimana jika hari spesial itu tanpa sosok mereka"
-acha syaqila
.
.

Takkk...

"Yang tidak mengerjakan tugas, ikut Ibu ke kantor!" ucapnya seraya memukul meja, suaranya menggelegar.

"Anj*r, gue lupa!" ucap Bagas panik, matanya membelalak.

laskar yang mendengar ucapan Bagas pun langsung bangkit. "Cabut!"

"Anak stres," sahut Mulky yang mendengar ucapan Evan, menggeleng-gelengkan kepala.

"udahlah, ayo!" ucap Byan menyahutinya, sedikit pasrah.

"Enggak usah bikin masalah, duduk!" ucap Evan, nadanya tegas.

laskar, Byan, dan juga Bagas yang mendengar ucapan evan pun duduk kembali, enggan mencari masalah lebih lanjut.

"Ayo ikut Ibu."

Mereka yang tidak mengerjakan tugas itu pun mengikuti Ibu dari belakang menuju ke kantor.

"Bawa ini ke perpus, taruh di sana dengan rapi, lalu kerjakan tugas yang Ibu beri. Ibu sedang tidak mood menghukum kalian, kerjakan sekarang."

"Enggak mau ngehukum tapi ngasih bukunya enggak ada otak!" ucap Bagas kesal, bibirnya berkomat-kamit.

Masing-masing dari mereka membawa dua lusin buku, yang berarti 24 buku, dan buku yang diberi Ibu tadi ada 15 lusin, berarti semua buku itu berjumlah 180 buku. Mereka harus bolak-balik mengambil buku itu, berulang kali.

"Si Mulky enggak kasih tahu anj*r!" ucap Bagas emosi, menatap tajam ke arah Mulky.

"Ngapain juga ngasih tahu lo, lagian sama-sama datang," sahut Laskar, santai.

"udahlah, kerjakan aja. Namanya kita juga salah," ucap Byan, mencoba menenangkan.

Sedang asyik mengatur buku, tiba-tiba Byan baru ingat sesuatu. "Besok Acha ulang tahun," gumam Byan, suaranya nyaris tak terdengar.

Bagas yang berada di samping Byan tentu mendengarnya. "Serius lo?" sahut Bagas antusias, matanya berbinar.

Byan yang mendengar ucapan Bagas pun mengangguk, namun ada kesedihan terpancar di wajahnya.

Tentu Bagas yang melihat Byan malah merasa sedih pun kebingungan. "Kenapa lo?"

"Ini kali pertama ngerayain ulang tahun Acha tanpa Mama sama Papa. Biasanya kita sama-sama bikin cake," ucap Byan dengan lesu, pandangannya menerawang.

Jam sudah menunjukkan pukul 14.49, dan mereka pun sudah menyelesaikan pekerjaan mereka, mulai dari merapikan buku-buku dan mengerjakan tugas itu.

Mereka sedang duduk-duduk di rooftop sekolah, sambil membahas acara ulang tahun Acha yang ke-19. Rencananya mereka akan membuat cake bersama anggota geng The Lion, dan mereka akan mengadakan acara itu di markas The Lion.

Tiba-tiba, dari arah belakang muncul Billa, Liza, Kesya, Clarissa, dan juga Acha.

"HALO BOTAI-BOTAI KU!" ucap Acha heboh, suaranya melengking.

Mereka yang melihat kedatangan Acha pun terkejut, sampai beberapa terlonjak.

"Astaghfirullahalazim, untung Bos," sahut salah satu anggota.

" anj*ng!"

" mekmeww!"

Sebagian dari mereka hanya terdiam sambil menatap Acha dengan tatapan terkejutnya, tak menyangka orang yang sedang mereka bicarakan tiba-tiba muncul.

CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang