BAB 39. AMESIA?

154 11 1
                                        

happy Reading
.
.
.

.

"bang, kak evan kok belum sampe juga ya"

"coba abang telepon dulu ya, udah hampir 1 jam lebih belum datang datang"

"halo van lo dimana? "
maaf ini handphone korban kecelakaan, apakah anda ada kaitannya dengan beliau, atau saudaranya beliau"

"apa? gak mungkin, ini siapa? "
saya dari kepolisian, saudara evan sudah di bawa kerumah sakit

"rumah sakit mana? "
di rumah sakit medika utama

"hm makasi pak"

"kenapa bang? "

"SEMUA AYO KERUMAH SAKIT, EVAN KECELAKAAN!!"

"apaa? " lirih acha syok

bukan hanya acha, semua orang yang ada di aula markas thelion itupun syok, yang mereka semua tau adalah evan telat datang karena ingin memberi acha kado spesial, maka dari itu semua orang yang ada disana kini sangat syok dan ter gopoh gopoh untuk cepat cepat ke rumah sakit

sesampainya dirumah sakit, acha benar benar syok, ia tidak bisa melihat evan begini, acha terduduk lemas di depan ruangan evan, ia terus menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran yang tidak tidak, acha dapat melihat evan dari kaca, evan tengah melawan kritisnya

"kak ayo semangat, kakak pasti sembuh, kak acha sayang kakak"

yang tersisa saat ini dirumah sakit hanya laskar, bagas, billa, Byan dan juga acha.
anak anak geng lain sudah pulang, karena juga begitu ramai di rumah sakit ini.

"kak acha mau ke tkp kecelakannya"

"buat apa cha, ini udah malem"

"acha mau kesana, handphone kak evan juga masih sama polisi"

"yaudah biarin aja dulu acha"

"acha mau ke tkp bang" ucap acha dengan nada yang sedikit ia tinggikan

"yaudah ayok"

"bro tolong jagain evan ya, titip billa juga" sambung Byan

"kira gue barang apa" gumam billa.


sesampainya acha dan Byan di lokasi kejadian, acha masih bisa melihat serpih serpih motor kesayangan nya evan, dan bunga mawar yang berlumuran darah berserakan, ia mendekati serpihan kaca yang terdapat setangkai bunga mawar putih itu dan mengambilnya

sesampainya acha dan Byan di lokasi kejadian, acha masih bisa melihat serpih serpih motor kesayangan nya evan, dan bunga mawar yang berlumuran darah berserakan, ia mendekati serpihan kaca yang terdapat setangkai bunga mawar putih itu dan mengambilnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"permisi kami menemukan cincin beserta kalung ini dan ini handphone nya" ucap polisi itu dan langsung pergi dari lokasi itu

acha mengambil nya dengan gemetaran, dan tangisan acha pun pecahh

CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang