HAPPY READING
.
.
"Di antara kenyataan yang pahit dan mimpi yang indah, kita dipaksa untuk tetap waras."
.
.
matahari terpancar dari sela sela gorden rumah sakit, evan yang tampak tertidur pulas pun terbangun akibat terganggu dari cahaya tersebut, jam sudah menunjukkan pukul 08.25 .
evan melirik jam yang ada di lengannya "setengah 9" batin evan lalu memerhatikan wajah acha yang sedang melihatnya, tentu evan terkejut bukan main.
tampak acha yang tersenyum ke arah evan yang sedang membeku, acha terkekeh halus lalu memegang pipi evan lembut "ganteng banget si kak, acha udah gak pernah lagi lihat muka kakak.acha kangenn bangett sama kakak"
evan benar benar membeku ia tak percaya dengan apa yang ia lihat, tentu evan yang melihat acha bangun dan menyentuh nya menangis terisak
" Sayang? kakak kangen banget sama kamuu"
ungkap evan langsung memeluk acha dengan erat
"sayangggg ihh, acha sesak taukk" kesal acha dan di akhiri kekehan
"kak? akhirnya acha bisa lihat cowok kesayangan acha, laki laki acha, pacar acha , milik acha, semesta acha, pokoknya kak evan cintanya acha, harus pokoknya gak mau tau titik."
evan terkekeh mendengar celotehan acha "Iya sayang, kakak milik acha gak boleh ada yang miliki kakak kan?"
tentu acha yang mendengar penuturan evan mengangguk semangat 45
"acha kangen deh kapan lagi bisa kayak gini sama kakak" ucap acha dan melingkarkan lengannya di leher evan
semangkin dekat suasana itu semangkin tak karuan dengan evan yang mulai mendekat dan mencium bibir mungil acha
"apapun yang terjadi kakak selalu sama acha, sampai kapan pun"
acha tersenyum "kakak harus janji sama acha buat terus tegar hadapin dunia yang penuh kejam ini,kakak kuat kakak pasti bisa hadapin masalah kedepannya"
evan memegang erat pinggang acha dengan lengan acha yang masih melingkar di leher evan
"iyakan ada acha makannya kakak kuat sayang"
"mau gak ada acha jugak, sayangnya acha harus tetep kuat dan tegar karena kan acha ada di hati kakak, iyakan sayanggggg!!!" ucap acha seru
evan terkekeh senang "Iyaaaa dongg"
"sayang kamu harus ingat, acha selalu ada di hati kakak"
setelah kalimat itu mereka berpelukan dengan sangat erat
ceklek....
"ehh abangggg!!!!" ucap acha berteriak semangat
byan tersenyum lebar ke arah acha "Yaelah bro udah peluk pelukan aja, acha baru bangun juga"
evan yang mendengar ucapan byan pun hanya menganggapnya angin lalu ia tak menggubris ucapan byan
"Gimana sekarang hum? ada yang sakit gak? ucap byan mendekat ke arah acha
tentu acha yang mendengar itu menggeleng dengan antusias dan memberi kode jari jempol ke arah byan lalu tersenyum
"bangg, Abang gak capek kann??"
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAVAN [END]
AcciónAcha Syaqila Putri terlihat seperti remaja biasa. Senyum manis, sikap manja, dan hidup yang tampak normal. Padahal semua itu bohong. Di balik wajah polosnya, Acha menyimpan kemampuan mematikan-hasil latihan dari orang yang sama yang pernah menghancu...
![CHAVAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/357387260-64-k821142.jpg)