happy Reading
.
.
.
"Apa kebahagiaan itu tidak ada lagi di diri ku, apakah aku tidak akan merasakan kebahagiaan lagi karena aku sudah membunuh orang, seperti nya Tuhan marah padaku"
-acha syaqila putri-
.
.
.
Acha berlarian di lorong rumah sakit untuk secepatnya sampai ke ruangan evan, sesampainya acha di ruangan itu acha terdiam
"kak evan!" ucap acha dan langsung berlari dan memeluk evan
evan yang di peluk merasa risih, ia hanya terdiam
"lepasin"
deg...
"kak?"
"siapa"
acha menggeleng kuat kepalanya "gak mungkin"
acha berlari meninggalkan ruangan evan dan mengambil kunci motor Byan lalu pergi
"acha!" panggil bagas panik
"lo seriusan gak ingat acha?" ucap Byan kepada evan
"lo aja gue gak inget"
Byan yang mendengar ucapan evan pun membuang nafas berat
"dia wakil ketua geng thelion van" ucap laskar memberi tahu
"wakil" ucap evan lalu mengingat ingat siapa byan
agh...
"gak usah di paksa" ucap Byan
"hem" balas evan dengan deheman
"lo kembali dingin lagi van" ucap Byan
evan duluanya sangat dingin terhadap orang sekitarnya setelah ia di tinggal oleh ibundanya, jadi byan ngerasa sifat itu sekarang yang ada di diri evan saat ini
"gue pinjem motor lo, mau ngejer acha" sambung Byan meminjam kunci motor bagas
evan termenung "siapa acha, gue gak bisa ingat dia, tapi disatu sisi gue ngerasa aneh di dekat dia, tapi gue kenapa gak bisa inget dia sama sekali"batin evan
evan melihat ada setangkai mawar putih di samping ranjangnya, evan terus mengamati mawar putih itu, tetapi semakin lama ia mengamati bunga itu, semakin sakit juga kepala nya
" aghh... " evan mengerang kesakitan
tentu bagas, laskar, dan juga Arya panik bukan main
"lo gak papa van, apa yang sakit"
"kenapa van"
"kepala lo sakit lagi? "
ucap mereka dengan pertanyaan yang terus menerus mereka tanyakan
"buang mawar itu" ucap evan sambil terus memegangi kepalanya
"tapi itu acha yang taruh" sela laskar cepat
"BUANG!"
mereka yang melihat evan seperti itupun langsung panik, bagas mengambil mawar itu dan langsung menyembunyikannya di belakang punggung nya
"siapa acha? apa dia yang bikin gue kecelakaan"
"lo salah van, acha itu cewek lo, tapi kenapa seakan akan lo kayak gak ada rasa sama acha, bukannya lo lupa ingatan?tapi kenapa kayak lo juga lupa sama perasaan lo sendiri, yakali perasaan bisa hilang dengan secepat itu" jelas bagas merasa jengah dengan kondisi evan yang sangat aneh
"gue gak tau"hanya itu yang dapat evan ucapkan.
sesampainya di pantai acha langsung berlari ke arah laut serai terus menangis
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAVAN [END]
ActionAcha Syaqila Putri terlihat seperti remaja biasa. Senyum manis, sikap manja, dan hidup yang tampak normal. Padahal semua itu bohong. Di balik wajah polosnya, Acha menyimpan kemampuan mematikan-hasil latihan dari orang yang sama yang pernah menghancu...
![CHAVAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/357387260-64-k806921.jpg)