BAB 51. BUBAR: MELEPAS JUBAH SINGA

40 2 0
                                        

HAPPY READING
.
.
​"Gak apa-apa kelihatan 'nyerah' di mata dunia, asalkan lo gak kehilangan diri lo sendiri. Kadang, naruh ego dan ngebubarin hal besar adalah satu-satunya cara buat nyelatin apa yang tersisa di hati."

.
.

Faisal dan cantika sangat menyesal akan kejadian saat ini yang menimpa evan, mereka merasa gagala untuk mencegah kejadian itu,mereka tak tega melihat sang ponakan sekacau ini.

Faisal prasanjaya arkana, adalah orang tua dari Rama biantara arkana, paman dari evan alexander sanjaya dan clarissa dwi sanjaya.
faisal sendiri anak pertama dari 3 bersaudara
yakni: faisal prasanjaya arkana, sanjaya wirama "ayah evan alexander sanajaya" dan sanjaya wiraga "ayah clarissa dwi sanjaya".

cantika putri arkana adalah ibu dari Rama biantara arkana.

mereka kini berada di rumah keluarga rama yang sedang berduka atas meninggalnya sanjaya wirama. kenapa tidak dirumah evan sendiri?, evan sudah berniat membakar rumah itu. ia tak mau lagi melihat rumah itu berdiri kokoh yang membuat nya jadi seperti ini.tak hanya mereka, disini juga terdapat wiraga,bagaimana pun juga sanjaya dan wiraga adalah kembar beda beberapa menit.

evan tak menangis sedikitpun tetapi ia termenung, diam dan tak banyak hal yang dia lakukan.
evan bangkit dari duduknya dan langsung meninggalkan faisal, cantika, wiraga, embun, clarissa, dan rama.

Embun dwi satyana adalah ibu dari clarissa dwi sanjaya, ia baru kembali dari Malaysia menyusul sang suami dan anaknya clarissa yang berada di Indonesia, tak lupa pula embun membawa adik clarissa yakni yang bernama kevano exander sanjaya yang berumur 12 tahun.

"kamu mau kemana van" ucap Wira yang membuat evan memberhetikan langkahnya

"rumah sakit om" ucap evan singkat dan langsung meninggalkan mereka

"ram kamu ikutin evan gih" ucap embun lembut yang khawatir akan keadaan sang ponakan

"Tanpa sadar ya clarissa ternyata disini sama sepupunya" ucap embun

"Iya ya, mana udah ketemu sama tante waktu evan sakit, tapi gak tanda sama sekali" ucap cantika tak menyangka

"mana iya lagi tante" ucap clarissa terkekeh

keluarga mereka benar benar berantakan dulunya, mereka sama sama pergi merantau semenjak orang tua mereka atau kakek nenek mereka meninggal dan pergi begitu saja tanpa ngasih kabar sedikitpun yang membuat mereka tak tau walupun mereka tetap memakai marga "sanjaya". memang sedikit mustahil jika tak ada kontekan, tapi memang itulah yang mereka alami. menikah dan memiliki anak saja tak saling memberitahu.

"ouh iya clarissa pamit dulu ya, mau susul kerumah sakit" ucap clarissa berpamitan

"hati hati sayang"
"hati hati ya"
ucap mereka serempak

"woi!" ucap rama yang tiba tiba datang dan merangkul clarissa

"apa si ram, kita sepupu" ucap clariisa sambil menyingkirkan tangan besar Rama dari bahunya

"yaelah lo pikir gue gak tau dari awal" ucap rama yang mampu membuat Clarissa menghentikan langkahnya

"Maksud lo?!"

Rama tertawa terbahak bahak tak kuat menahan drama selama ini

petak....awsh
Rama menyentil kepala clarissa gemas

CHAVAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang