BAB 44. DARAH WARISAN DAN DENDAM AYAH

48 5 0
                                        

HAPPY READING
.
.
"Dendam adalah api yang membakar, tak hanya melahap orang lain, tapi juga menghanguskan hati yang menyimpan" Seperti Sanjaya, yang membiarkan kebencian pada putranya sendiri menggerogoti segala rasa sayang"
.
.

Dingin dan gelapnya malam biasanya menjadi hal yang disukai sebagian orang, terutama Acha. Tapi tidak dengan malam ini. Malam ini adalah malam yang mungkin akan menjadi saksi bisu pertumpahan darah antara seorang anak dan seorang ayah

sanjaya,seperti yang bisa kita lihat pada malam ini sanjaya datang berniat untuk membalas dendam terhadap anaknya

apakah kalian tidak berfikir adakah seorang ayah yang benci terhadap anaknya?
sanjaya benar benar gila,rasa sayangnya sudah tutup dengan kebencian,perasaan nya sudah hilang tidak ada sedikitpun terlintas di fikirannya tentang evan yakni anak dari darah dagingnya sendiri

langkah kaki terdengar sangat keras,langkah itu sangat cepat dan buru buru

tak tak brakkk...

"hem udah gua duga"

hanya ada evan,acha dan juga mulky di ruangan ini
yang di mana mereka membawa evan ke gudang untuk bersembunyi tetapi tiba tiba ada yang mendobrak pintu gudang tersebut

"t_tio" lirih acha

"udah gue duga kalian disini,cepet lo bawa evan ke belakang,kayak nya bakal lebih aman,anak anak lain lagi di depan ngelawan bajingan itu" ucap tio serai teruss memantau sekitar

mulky dan juga acha langsung buru buru mengangkat evan
"lo balik,kirain gak inget lagi sama thelion"
ucap acha serai terus berjalan ke arah belakang

"thelion keluarga gue, gue masih anggota thelion"

"syukur lah lo masih ingat"

tio sudah beberapa tahun ini tidak kembali ke Indonesia setelah ia bekerja di luar negri dan membangun kantornya sendiri hal yang membuatnya kembali ke Indonesia adalah byan yang mengabarkan jika thelion saat ini sedang di teror dan di kejar kejar oleh anak buah sanjaya

acha melirik sekilas ke arah tio
"bukannya kalo sembunyi di belakang rumah ini mangkin bahaya ya,karena kan tempatnya tertutup kalo mau kabur keluar juga susah,ada yang gak beres" batin acha berfikir dengan keras

"ouh iya cha gua sengaja bawa kalian ke belakang karena sanjaya dan anak anak buahnya lebih fokus ke ruangan ruangan yang ada di dalam" ucap tio dan langsung berlari ke arah dalam

acha mengangguk paham sekarang ia sudah paham dan lumayan tenang tapi sama saja,acha tetap bingung dan takut

acha menatap evan dengan tatapan yang sulit di artikan "kak?kakak harus baik baik aja ya" ucap acha lirih

" kayaknya lu disini aja deh,gua mau masuk ke dalam" sambung acha

"gak bisa gitu dong,seharusnya lo yang jaga evan disini"
ucap mulky yang tak paham dengan jalan fikir acha

acha berdecak "gua mau selesain dulu masalah di dalam dan lo awas lo kalo kak evan kenapa napa"

mulky hanya terdiam ia tidak bisa seperti ini,dengan pasrah mulky menganggukkan ucapan acha, acha yang melihat reaksi mulky pun langsung berlari ke arah dalam

"anjim mana bisa gue kayak gini,gua harus bawa evan ke belakang bunga besar itu" lirih mulky

"chaa?"

"acha"

ucapan itu terdengar dari bibir nya evan
mulky yang mendengar dan melihat itu sangat bersyukur

CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang