BAB 43. KEMENANGAN DAN KESEMPATAN

161 9 2
                                        

happy Reading
.
.
.
.

Sudah dua minggu lebih evan berada di rumah sakit dan akhirnya, pagi yang cerah ini evan akan kembali kerumahnya bersama dengan Rama dikarenakan kondisi evan saat ini yang masih di tahap pemulihan.

Faisal dan cantika mengajak evan untuk sementara waktu tinggal di rumah nya, tetapi evan menolak keras dan akhirnya Rama lah yang harus tinggal di rumah evan.

kini sebagian anggota thelion sedang berkumpul di rumah evan, dan sebagian nya lagi sedang memiliki jadwal kuliah.

"van lo gak ingat samsek gitu?" ucap gio menatap evan yang memulai percakapan serius, tentu evan menatap balik gio

"gue inget dikit" ucap evan

acha yang mendengar evan berbicara seperti itupun langsung menatap evan lekat "kakak udah inget?"

"tapi gue gak inget lo, bayang bayang lo aja bikin gue sakit buat di inget, gak tau kenapa setiap nginget lo kepala gue ngerasa sakit"

acha merasa sesak sekarang, menurut acha ucapan evan sangat sakit, ia terus berfikir positif untuk menghindari rasa sakit yang ia rasakan, tetapi ini hati. acha tidak bisa mengontrol nya

"tapi dia pacar lo bos" ucap bagas

"gue bisa aja Terima kenyataan kalo dia cewek gue, tapi gue gak bisa deket sama dia, dan kalian tau sendiri, setiap dia ngedeketin gue kepala gue sakit luar biasa, bahkan buat sebut namanya aja gue gak bisa"

"tumben lo banyak omong" ucap Byan

"ntah lah, kayaknya gue harus ngomong gitu" balas evan

mereka semua yang mendengar ucapan evan pun mengangguk paham, beda dengan acha yang menatap evan dengan tatapan yang sulit di artikan, Byan yang melihat tatapan adiknya seperti memancarkan tatapan kesedihan, kekecewaan, bingung semuanya campur aduk

kini yang menjaga evan di rumahnya ada sekitar 9 orang dan sebagian lagi mereka pergi ke arena balapan,sebagian anggota thelion seperti bagas,laskar,acha,kesya dan juga byan pergi ke arena balap untuk melihat clarissa dan rama lepas landas

"anjay lepas landas ni mereka"ucap bagas

"lepas landas palak lo"sahut clarisaa tak terima

"yaelah cil,sebenarnya lo tu yakin gak si" ucap bagas

"diem lu jamall" ucap clarissa dengan nada emosi

"udah udah"ucap acha melerai mereka

"lo kayak berubah semenjak rada asing sama evan cha" ucap keisya yang mampu membuat topik pembicaraan mengarah kepada acha

"iya anjir,lo udah gak selucu dulu lagi,tingah rendom lu kemanaa?"ucap laskar dengan nada terkejut

"iya bos,kayak gak ada semangat hidup" sahut bagas

"ntah lah gue capek,memang gak semangat hidup aja" jawab acha lesuh

"gue kurang puas sama jawaban lu"ucap clarissa

"UDAHHH ITU RAMA DATANG EGEK!" ucap bagas dengan nadaa tingginya hingga urat urat yang ada dilehernya keluar

"santai bro" ucap clarissa kepada bagas

"santai santai mata lo blenger"

"BWAHAHAHA" tawa kesya pecahh

"apasi anjir" sahut clarissa

"gue bayangin mata lu blenger clar,mana pendek blenger lagi"

HAHAHAHAAA

"anjing lah klen"

CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang