BAB 19. MASALAH

392 21 2
                                        

Acha merasa sedih kembali, acha paling tidak bisa ditinggal sendiri saat ini, jika ia di tinggal sendiri maka ia akan mengingat kenang kenangan bersama keluarga nya lalu bersedih.

Acha menatap langit yang penuh dengan bintang di balkon nya dengan rasa sedih dan hampa.

"Mah__Pah__Acha kangen" lirih acha sambil menahan air matanya yang akan meluncur

Byan berniat mengecek adiknya. Langkahnya cepat menuju kamar Acha, tapi begitu pintu terbuka, yang ia temukan hanyalah ruangan kosong. Tak ada suara, tak ada sosok yang biasanya menyambutnya dengan rengekan manja.

Alis Byan mengernyit. Perasaan tak enak langsung menyusup ke dadanya.

Ia melangkah masuk, menelusuri setiap sudut kamar-ranjang yang rapi, meja belajar yang sepi, jendela yang terbuka sedikit. Hingga akhirnya pandangannya tertuju ke arah balkon.

Byan berjalan mendekat, jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Ada sesuatu yang terasa... tidak beres.

"Cha?"

Acha tidak menjawab, acha terus menatap ke langit

Byan menghampiri nya dan mengelus pucuk kepalanya "abang janji bakal bahagian kamu cha"

Acha mendongak "acha udah bahagia kok bang, cuman lagi kangen aja"
Byan tersenyum dan memeluk acha erat
"Kalo ada apa apa bilang ke abang jangan diem aja" acha mengangguk, ia sangat bahagia memiliki abang yang pengertian seperti Byan.

***

Pagi ini acha berangkat kampus seperti biasa kegiatan ospek akhirnya selesai dalam satu minggu acha merasa kelelahan banyak kegiatan ospek yang harus ia kerjakan, dan sekarang ia mulai masuk untuk pelajaran awal.

"Pagi bang" sapa acha terhadap Byan

"Pagi adeknya abang"
Acha tersenyum ceriaa

"Ouh iya cha kamu bisa ke markas pulang kampus?"

"Bisa bang, emang ada apa?"

"Kamu gak lihat grup cha?
Acha menggeleng dan langsung melihat handphone nya

"Kamu gak lihat grup cha? Acha menggeleng dan langsung melihat handphone nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang