BAB 31. BERAKHIR

296 19 1
                                        

Ridwan yang merasa takut dengan acha pun berjalan mundur untuk menghindari acha, perasaan ridwan saat ini sangat lah tidak tenang. Saat ia melihat wajah acha ridwan merasa jika acha adalah sella, karena wajah acha yang begitu mirip dengan sella.

Acha yang bingung dengan gerak gerik ridwan pun langsung membalikkan arah untuk melihat keadaan anak anak all Star, begitu juga evan.

Evan yang curiga dengan ridwan pun melirik nya sekilas, evan benar benar terkejut, ia langsung memeluk acha dengan erat.

Dorrr....
Dorrr...

Tembakan peluru itu tepat mengenai punggung evan, tidak hanya punggung. Peluru itu mengenai lengan jugaa.

Evan memejamkan matanyaa merasa sakit di sekujur tubuhnya

Acha panik, ia syok "kak evannnnn ha... Kak kak" acha menangis terisak ia histeris

Sebelum evan kehilangan kesadaran nya ia mengelus pucuk kepala acha "sayang.... Pergii darii sini"

Acha menggeleng dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang nya evan, semakin lama badan evan mulai lemas dan terjatuh kepelukan acha dan acha terduduk di lantai.

Acha menggeleng dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang nya evan, semakin lama badan evan mulai lemas dan terjatuh kepelukan acha dan acha terduduk di lantai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak bangunn...kak eevan harus bertahan..." ucap acha di sela sela tangisannya

Iaa perlahan menaruh kepala evan di lantai dan bangkit dari duduknya

"BANG**D!"

acha berlari ke arah anak anak all Stars "kalian, BANTU GUE BAWA KAK EVAN"

raka yang melihat acha seperti itupun langsung bangkit dari duduknya. Banyak luka luka di badan para anak anak all Start seperti nya mereka disiksa atau hal lainnya

Mereka bangkit sambil tertatih tatih,tapi mereka tidak menolak, mereka langsung menghampiri tubuh evan yang tergeletak di lantai dan mengangkatnya.

"Kalian bawa kak evan, gue mau cari ridwan"

"Chaa?" ucap raka seakan memperingati acha agar tidak melakukan itu

Acha memutar bola matanya malas "lo dengar kata gue kan? " ucap acha lirih masih dengan isakannya

Raka hanya diam dan langsung membawa evan dari tempat itu.


Byan, bagas dan anak anak thelion tiba di markas ridwan, tidak hanya anggota thelion, tetapi mereka bersama anak anak geng Turbo Titans.

Mereka trus menelusuri ruangan ruangan dirumah itu, tapi tidak menemukan apa apa.

Byan dan Rama menuju ke lantai atas, betapa terkejut nya mereka melihat evan di bawa oleh anak anak all Stars

"Bantuin bawa evan kerumah sakit" ucap raka kepada Rama dan byan

Byan yang berfikir jika mereka yang membuat evan seperti inipun langsung memukul mereka

Bughh...
Bughhh..

"Apa yang kalian lakuin ha?, ternyata kalian yang lakuin ini"

Bughh...
Bughh...

Rama trus berusaha mencegah Byan agar tidak gegabah

"Yan..."

"ABYANNN"ucap Rama meninggikan suara nya

"apa? APA HA?"

"BAWA EVAN DULU!"

Byan mentap tajam anak anak all Stars dan mengambil alih tubuh evan.

Acha sedang berada di taman belakang rumah itu, ia bersama ridwan saling melemparkan tatapan tajam

"Keluarga aku salah apa om?, acha salah apa?, kenapa om ngehabisin nyawa orang tua aku. Trus buat skenario seakan akan mereka mengalami kecelakaan pesawat?KENAPA HAA KENAPAAAA!!" ucapa acha sambil terisak menahan tangisannya

Ridwan tersenyum "kamu fikir, saya tau kalau kamu anak mereka waktu itu?, TIDAK!! SAYA MENYESAL TELAH MENGAJARI MU, dan saya sangat dendam atas keluarga mu terutama papa muu, yaaa LELAKI SIALAN ITU!!! HAHAHAHAHAHAHAHAAA"

acha memejamkan matanya "atas hal apa om bencii sama keluarga saya?"

"Saya membenci ayah mu, saya bencii sialan itu yang telah merebut sella dari saya, dan bodohnya SELLA MEMILIH LAKI LAKI MISKIN ITU!!"

Wajah acha memanas ia tidak kuat menahan air matanya, ia menangis

"TAPII GAK GINI CARANYA"acha mengam1bil tongkat baseball yang berada di samping nya dan berlari ke arah ridwan untuk memukul nya

Bughh...

Aaaghhh...

"Sialan!!!!!"
Ridwan menarik lengan acha dan mengambil tongkat baseball itu, lalu ridwan juga ingin memukuli acha dengan tongkat itu

Dorr...

Tepat sasaran. Tembakan itu tepat mengenai kepala ridwan, darah segar keluar dari kepalanya.

Acha yang melihat itu mengambil tongkat itu dan mememukuli ridwan dengan tongkat itu.

"ACHA!!"

"Bang byann" acha berlari ke arah Byan dan memeluknya erat

"Bang maafin acha"

Byan tidak kuat melihat acha seperti ini, tubuhnya sudah luka luka dan lebam lebam di tambah lagii ia menangis terisak di pelukannya Byan

"Kalian!? Urus mayat mayat yang ada di dalam, bawa kerumah sakit, urus semuanya. HARUS GERAK CEPAT DAN MAIN RAPI!!" ucap Rama kepada anak anak buahnya.

"Bang mau ke makam mama papa" ucap acha masih sambil terisak

Byan menagguki ucapan acha "tapi acha mandi dulu pulang kerumah ya"

Acha hanya diam, badan acha sudah berlumuran darah, tidak mungkin ia memaki pakaian itu ke makam papa dan mamanya.

CHAVAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang