Mora berjalan dengan langkah tergesa, rasa malu itu menempel seperti duri di kulitnya. Dadanya panas, rahangnya mengeras. Ia tak pernah menyangka Evan—yang biasanya memilih diam ketika Mora ikut bergabung dengan geng mereka—kali ini mempermalukannya dengan cara yang begitu halus, tapi mematikan.
Mora bukan gadis sembarangan. Ia dikenal sebagai siswa yang gemar membully, merasa dunia harus tunduk padanya. Ayahnya adalah dekan kampus, dan status itu ia jadikan tameng untuk bersikap semena-mena terhadap siapa pun—terutama siswa dan siswi yang dianggap lebih lemah.
“Anjing… gue maluuu,” geram Mora, suaranya bergetar menahan emosi.
Jannah menyeringai, menyamarkan puas di balik nada santainya.
“Kayaknya semenjak Acha itu ada, lo bakal tersingkir deh.”
Mata Mora menyipit. “Aghh! Gue nggak mau! Pokoknya kita harus labrak tuh dia.”
Sera melirik sekilas, ragu tapi tertarik.
“Lo yakin?”
“Kenapa nggak?” Mora mendengus. “Lagian dia jadi Queen THE LION tuh nggak pantes. Dia cuma cewek yang mau dilindungi.”
Jannah terkekeh, menimpali dengan nada meremehkan.
“Bener juga, ya? Mukanya nggak cocok banget jadi queen. Biasanya kan, kalo queen di novel-novel tuh bisa bela diri. Lah ini? Natap lo aja takut,” katanya sambil tertawa sinis.
Mora ikut tersenyum—senyum miring yang penuh niat buruk.
Di kepalanya, sebuah rencana mulai tersusun rapi.
Dan kali ini… ia tak berniat gagal.
****
Acha berlari di lorong kampus, ia tengah mencari keberadaan abang nya, acha ingin meminta izin untuk pergi sebentar ke toko buku, ia ingin membeli novel yang ia incari.
Saat acha melihat di ujung lorong, acha melihat Byan tengah bersama wanita, acha menautkan alisnya
"Siapa tuh?, waduh bahaya nih, abang dah ada cewek ya"
Acha langsung berlari kecil untuk nyamperin abangnya
"Oy bang"
Byan melihat acha "ada apa cha"
Acha melirik sekilas ke arah cewe itu "ouh acha mau pamit, mau ke toko buku bentar"
"Sama siapa? "
"Sendiri bang"
"Gak ada. sama evan aja sono"
"Gak mau bang, acha mau sendiri ishh.."
"Tumben?lagi ada masalah sama tu anak"
Acha menggeleng kepalanya "bukan acha cuman sebentar"
"Yan gue duluan ya, jangan lupa" ucap cewe itu lalu pergi
"Njir" lirih acha "tu sapa bang" tanya acha Mengimidasi
"Lo gak kenal? "
Acha menggeleng
Byan mentengil kepala acha "wakil BEM aja lo gk tau cha"
"Nyenyenye....acha pergi bayy"
Byan hanya geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya, selagi ia tidak sedih Byan senang.
***
Kini acha tengah berjalan ke arah parkiran sambil memainkan handphone nya, tidak sengaja acha tiba tiba tersandung oleh batu
Aaaaa....
Acha memejamkan matanya
KAMU SEDANG MEMBACA
CHAVAN [END]
ActionAcha Syaqila Putri terlihat seperti remaja biasa. Senyum manis, sikap manja, dan hidup yang tampak normal. Padahal semua itu bohong. Di balik wajah polosnya, Acha menyimpan kemampuan mematikan-hasil latihan dari orang yang sama yang pernah menghancu...
![CHAVAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/357387260-64-k806921.jpg)