Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

2. Upaya Yang Sia Sia

2.2K 142 15
                                        

Jaemin gelisah, ia memikirkan Jeno sejak tadi. Putra keluarga Yoon itu tengah duduk di kamarnya menghadap meja belajar. Tangannya memegang kuas dan hendak menyapu lembaran kertas yang sudah disediakan. Jaemin sangat menyukai kaligrafi, ia pandai menulis kaligrafi dan tulisan tangannya sangat indah. Melebihi kaligrafer ternama di seluruh negri.

Ketika pikirannya tengah gelisah, Jaemin akan selalu menenangkan diri dengan cara seperti itu. Tapi entah kenapa, bayangan sosok Wang Jeno yang marah padanya tak bisa hilang dan menghantui dirinya.

Wangsejabin-mama, tuan Yoon ingin bertemu.” Suara seorang pelayan dari luar kamar.

Yoon Jaemin tersentak dan langsung meletakkan kuasnya. Ia terkejut saat seorang pelayan memberitahu jika Ayah nya ingin bertemu dengannya. Tapi, apa-apaan itu? Pelayan tersebut memanggilnya 'Wangsejabin-mama' yang berarti adalah Istri Putra Mahkota. Jaemin bahkan belum menikah dengan Jeno.

Tak ingin membuat sang Ayah menunggu lama, ia pun memberitahu pelayan untuk membiarkan Ayah nya masuk. Dan seorang Pria berkumis tebal masuk kedalam ruangannya.

“Bagaimana kabar mu, Ayah?” Sapa Jaemin sembari tersenyum lebar menyambut Yoon Ryeong.

“Ayah baik-baik saja.”

“Jaemin, Ayah kesini ingin bertanya padamu. Tentang pernikahan mu dengan Putra Mahkota. Jika kau tidak ingin, maka kau bisa menolaknya. Ayah tidak akan memaksa mu, dan Yang Mulia Raja pasti akan mengerti.”

Mulanya, Jaemin hanya diam. Ia menundukkan kepala kebawah sehingga Yoon Ryeong mengira jika Jaemin merasa sedih dan tertekan atas rencana pernikahan ini. Namun, Jaemin kembali mendongak dan tersenyum teduh. Ia menyentuh tangan Ayahnya, menggenggamnya begitu erat.

“Aku tidak bisa mempermalukan Ayah. Pernikahan ini adalah perjanjian antara Ayah dan Yang Mulia Taeso saat masih muda. Aku tahu jika Ayah tidak akan memaksaku, tapi aku senang atas pernikahan ini.”

“Apa kau yakin Jaemin? Melihat reaksi penolakan Putra Mahkota, Ayah ragu untuk membiarkan mu menikah dengannya.” Keriput di wajah Yoon Ryeong menjadi semakin jelas saat ia merasa khawatir.

“Wang Jeno itu hanya belum dewasa Ayah. Aku yakin, dia pasti akan menjaga nama baik Raja. Lagi pula, aku dan Jeno sudah berteman lama. Dia tidak mungkin menyakiti ku, dia juga sebenarnya tidak pernah membenci ku.”

Seperti menelan pil pahit Jaemin mengatakannya. Bagaimana mungkin Jeno tidak membenci nya? Melihat bagaimana Wang Jeno memperlakukannya, sudah pasti jika Jaemin bukanlah seseorang yang diinginkan Jeno untuk selalu berada di sisinya.

“Baiklah, Ayah akan menuruti keputusan mu.”

“Terima kasih, Ayah. Aku berharap Ayah tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan ku.” Yoon Ryeong mengusap lembut surai hitam putranya dan memberikan kecupan sayang di kening putranya sebelum pergi.

Setelah kepergian Yoon Ryeong. Seseorang yang tak di undang dan tanpa izin untuk bertemu tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan Jaemin. Laki-laki yang hendak kembali duduk itu terkejut saat mendapati Wang Jeno masuk kedalam kamarnya.

“Jeno, apa yang kamu lakukan disini?”

Tanpa permisi, laki-laki berwajah dingin itu berjalan menuju meja belajar Jaemin dan duduk disana. Jaemin masih tidak mengerti, apa yang membuat Jeno tiba-tiba masuk kedalam kamarnya dan duduk di tempat belajarnya.

“Ayah meminta ku untuk mengerjakan semua dokumen ini. Aku tidak bisa memahaminya, jadi aku datang kesini untuk meminta bantuan mu.” Dengan ragu-ragu dan sedikit rasa gengsi, Wang Jeno akhirnya mencari Jaemin.

Yoon Jaemin jelas tak bisa untuk tidak tersenyum. Laki-laki cantik itu tersenyum kecil melihat wajah frustasi Jeno. Ia pun duduk di kursi di samping Jeno, mengamati dokumen yang menumpuk itu dengan tenang.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang