Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

34. Ketika Hati Terbelah Dalam Sunyi

1.8K 132 10
                                        

Desiran angin malam menyentuh lembut kulit seorang laki-laki cantik yang tengah terlelap di bawah sinar rembulan. Kedamaian menyelimuti pikirannya, menenangkan gelombang hati yang bergelora, membiarkan jiwa itu beristirahat dalam keheningan. Selimut sutra halus membalut sebagian tubuhnya, sementara rambut panjangnya terurai indah, menari pelan tertiup angin malam.

“Tuan muda Yoon...” suara lembut itu memecah keheningan, membuat Yoon Jaemin membuka matanya perlahan.

“Ini sudah waktunya untuk meminum obat.” ucap tabib kerajaan itu, Jung Jaehyun, yang entah sejak kapan hadir di kediaman Yoon. Kemunculannya membuat Wang Jeno yang bersembunyi dalam diam menahan napas, hatinya bergolak oleh rasa cemburu yang tak terucap.

“Tidak bisakah aku berhenti saja meminum obat ini, ini sangat pahit...” keluh Yoon Jaemin kepada sang tabib.

“Tidak boleh, jika anda tidak meminum obat ini bagaimana mungkin mata anda bisa sembuh?” jawab Jung Jaehyun dengan lembut.

Sejak Yoon Jaemin meninggalkan istana, Jung Jaehyun setia merawatnya, rutin mengunjungi kediaman itu membawa ramuan penyembuh. Kewajiban dan rasa empati membawanya terus mendampingi mantan istri Putra Mahkota dalam proses pemulihan.

“Apa gunanya sembuh, jika ada orang yang tidak ingin aku lihat?” ucap Jaemin dengan getir. 

Tanpa sadar, Jung Jaehyun menggenggam tangan Jaemin yang memegang mangkuk ramuan itu, suaranya berbisik penuh pengertian, “Tidak masalah jika anda tidak suka dengan obat ini, ataupun orang yang tidak anda sukai...”

Di balik pagar, Wang Jeno mengeratkan otot lehernya, cemburu menyala dalam diam, tak suka melihat keakraban tabib muda itu.

“Ya, kau benar... aku akan memikirkan diriku sendiri mulai sekarang...” jawab Yoon Jaemin dengan keyakinan yang menguat di dadanya.

“Anda harus segera meminumnya, efeknya akan hilang jika obatnya sudah dingin, jika anda tetap dia mau, maka saya yang harus menyuapkan obat ini pada anda.” tabib itu tersenyum kecil, mengundang tawa ringan dari Jaemin yang tak bisa menahan geli.

Wang Jeno mencengkram pagar dengan kuat hingga urat tangannya nampak menonjol. Alisnya menukik tajam dan tatapan kebenciannya yang mungkin bisa saja menghabisi nyawa orang yang berani menyentuh Jaeminnya.

“Beraninya kau... apa kau menginginkan sesuatu yang menjadi milikku?” gumam Jeno dengan suara bergetar menahan amarah yang membuncah. Namun, ia segera menenangkan diri.

“Lupakan saja, hanya karena Jung Jaehyun memiliki kesempatan bukan berarti Jaemin akan menerimanya. Jaemin selalu mandiri, jadi dia akan membuat garis yang jelas dengan tabib Jung.” bisiknya penuh keyakinan.

“Baiklah, tolong bantu aku. Mataku buta dan tanganku juga sakit, aku tidak ingin menyia-nyiakan usahamu.” ucap Yoon Jaemin dengan senyum tulus, menerima bantuan tabib Jung dengan lapang dada.

“Jaemin setuju?!” Wang Jeno benar-benar geram, ia sangat kesal dan ingin segera menghampiri kedua orang itu.

Dengan hati-hati, Yoon Jaemin menerima satu sendok ramuan pahit yang disiapkan Jung Jaehyun. Ia memejamkan mata, berjuang menelan cairan getir itu. Tabib muda itu lalu mengeluarkan sekotak puding sakura yang dibawanya—tak sengaja ia mendengar bahwa Jaemin sangat menyukai puding itu, sebuah manis kecil di tengah perjuangan pahit.

“Makanlah sesuatu yang manis seperti puding sakura ini, Tuan muda...” ujar Jung Jaehyun sambil menyodorkan suapan manis itu. Yoon Jaemin segera menerima, dan seketika nafasnya terasa lega saat rasa manis dan aroma segar puding itu memenuhi mulutnya.

“Kau tidak perlu terlalu formal kepadaku tabib Jung, kau dan aku sebaya, jika tidak sepenuhnya lupa, kita juga sempat satu kelas di akademi Seungkyungkwan.” ungkap Jaemin dengan senyum ringan. Kata-katanya membuat Jung Jaehyun sedikit gugup, menyadari bahwa Yoon Jaemin adalah putra Jenderal Yoon yang dulu menuntut ilmu bersamanya di akademi kerajaan.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang