Seperti sebuah patung yang menjadi hiasan istana, begitulah Yoon Jaemin menyebut dirinya sendiri. Kebutaannya membawa dirinya masuk kedalam jurang yang tak berujung. Ia semakin menderita dan merasa tidak layak dengan kondisinya saat ini. Yoon Jaemin tidak pernah sekalipun dalam hidupnya merasa putus asa seperti sekarang, tapi semua yang terjadi di dalam hidupnya seperti mimpi buruk yang membuatnya tidak bisa bangkit.
Kini ia tengah duduk bersila, di depannya sudah ada bermacam makanan-makanan lezat, namun itu hanya menjadi hiasan saja karena sejak tadi diabaikan oleh si empu.
"Jaemin, apa yang kau pikirkan sehingga kau tidak menyentuh makananmu sama sekali?" tanya Kaisar Shen yang saat itu berkunjung ke kamar Yoon Jaemin.
Pria itu melihat Yoon Jaemin yang hanya terdiam dengan pandangan kosong, membuat dirinya merasa khawatir. Jaemin tidak langsung menjawab, ia nampak sedikit menarik nafas. Sesuatu terasa begitu mengganjal didalam hatinya, ada rasa rindu yang tak tertahankan hingga membuatnya tidak berselera untuk makan.
"Aku rindu rumah... dan juga Ayah... " jawabnya dengan suara lirih.
Shen Luo terdiam sejenak, ia hampir lupa jika Yoon Jaemin masih memiliki keluarga dan juga Ayah yang sangat di sayangi nya. "Apa kau ingin kembali?" tanya Kaisar Shen dengan pelan.
Gelengan kepala menjadi jawaban, menandakan jika Jaemin memang benar-benar tidak ingin kembali ke Joseon. Tapi apa yang baru saja ia ucapkan itu membuat Shen Luo menyadari jika sebenarnya, di lubuk hati Yoon Jaemin yang paling dalam, dia sebenarnya ingin kembali. Hanya saja mungkin ia sedang berperang dengan perasaanya sendiri.
"Kau bukan tidak ingin kembali, kau hanya tidak ingin bertemu dan berurusan dengan Wang Jeno lagi." ujar Kaisar Shen, seakan menyadarkannya.
"Jaemin, aku bisa membantumu melewati semua ini. Aku sudah berjanji kepadamu." Kaisar Shen menggenggam erat kedua tangan Jaemin, kedua alisnya mengerut penuh harap.
"Yang mulia... kau jangan terlalu baik padaku, aku takut tidak bisa membalas kebaikanmu." jawab Yoon Jaemin, seolah-olah memberi peringatan untuk pria itu.
"Tidak, Jaemin. Kau harus tau jika aku sangat mencintaimu dan ingin terus melindungi mu." Kaisar Shen semakin menggenggam erat kedua tangan Jaemin, seakan menyalurkan perasaanya kepada laki-laki tersebut.
"Menikahlah denganku, Jaemin..."
Yoon Jaemin memejamkan mata, mengambil nafas dalam untuk menahan gejolak di dadanya. Meskipun Kaisar Shen selalu menunjukan sikap manis dan kasih sayangnya kepadanya, Yoon Jaemin hanya menganggap itu sebuah kebaikan dan kemurahan hati seorang Kaisar. Jaemin tidak merasakan getaran yang sama seperti saat ia jatuh cinta kepada Wang Jeno, lantas bagaimana ia harus menanggapi masalah ini?
Kaisar Shen adalah sosok yang tulus, terlihat dari bagaimana ia memperlakukan Yoon Jaemin. Yoon Jaemin sendiri percaya jika Kaisar Shen memang seseorang dengan kebaikan hati yang besar, dia rela mengorbankan nyawanya demi dirinya. Tapi Jaemin tidak bisa membalas cinta Kaisar Shen saat pria itu menyatakan perasaannya. Itu sebabnya, ia merasa takut karena tidak bisa membalas semua yang diberikan Kaisar Shen kepadanya.
Melihat Jaemin yang hanya diam dan tidak membalasnya, Kaisar Shen faham jika ia harus memberikan waktu kepada Yoon Jaemin untuk memikirkan. Meskipun ia merasa kecewa setelah melihat keraguan di wajah si manis.
"Baiklah, aku akan memberikanmu waktu untuk menjawab. Aku tidak akan memaksamu, Jaemin." setelah itu, Kaisar Shen berdiri dan mengusap surai halus Yoon Jaemin dengan lembut. Lalu ia pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Yoon Jaemin dalam kegundahan yang membunuh.
___o0o___
Ganyeongjeon, Ruang pribadi Raja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Vows || Nomin
FanfictionSeharusnya malam pernikahan Yoon Jaemin menjadi malam yang paling indah selama hidupnya. Namun, apa yang dia dapatkan saat Wang Jeno justru membawa budak laki-laki untuk lebih dinikmati? •Bxb •Homophobia DNI! •Historical fiksi •Tidak sesuai dengan s...
