“Omong kosong macam apa yang sedang kau bicarakan?!” Suara Jeno menggelegar, penuh amarah yang meledak. Wajahnya memerah, urat-urat di lehernya menegang.
Srangg!
Suara pedang yang terhunus memecah keheningan. Wang Jeno, dengan gerakan cepat dan terlatih, mencabut pedangnya dari sarungnya. Baja mengkilat memantulkan cahaya, menunjukkan keseriusan niatnya. Ia menatap Zhi Fengyu dengan tatapan tajam dan penuh ancaman. Tubuhnya menegang, siap menyerang.
“Jika kau terus menyebarkan rumor palsu, aku akan memotong lidahmu!” Ujung mata pedang itu sudah hampir menyentuh bibir laki-laki dengan status budak itu. Wang Jeno menatapnya nyalang.
“Bahkan jika kau membunuhku sekarang, aku akan tetap mengatakannya Yang mulia...!” Air mata mengalir dari pelupuk matanya, Zhi Fengyu gemetar ketakutan.
“Karena kau harus mengetahuinya!” Lanjutnya masih dengan isak tangis yang terdengar.
“Anda tahu jika Kekaisaran wilayah timur telah ditaklukan oleh Yang mulia Raja Taeso puluhan tahun yang lalu. Jika anda tidak percaya, anda bisa memeriksanya, pasti ada jejak yang tertinggal mengenai mantan Kaisar dataran rendah di wilayah timur.” Jelas laki-laki berdarah Tionghoa itu kepada Wang Jeno.
“Baiklah, aku akan memeriksanya terlebih dahulu. Jika kau berbohong, aku akan membuatmu merasakan apa itu neraka!” Ancaman Jeno tetap terdengar, Ia memberikan kesempatan kepada Zhi Fengyu untuk membuktikan kebenaran perkataannya. Namun, ia juga menunjukkan bahwa ia tidak akan segan-segan untuk menghukum Zhi Fengyu jika ia terbukti berbohong. Ia berdiri tegak, menunjukkan kekuatan dan kekuasaannya sebagai Putra Mahkota.
Wang Jeno menurunkan pedangnya dan ia bergegas pergi untuk mencari bukti tentang kebenaran yang di ucapkan Zhi Fengyu padanya.
***
Didalam ruang perpustakaan pribadi kerajaan, tersimpan beberapa dokumen yang menyatakan bahwa peperangan dengan Kaisar wilayah timur telah ditaklukan oleh Kerajaan Joseon. Wang Jeno berusaha mencari tahu tentang Kaisar Yu-- Kaisar dari dataran rendah di wilayah timur. Ada sebuah lukisan wajah, yang tersimpan di belakang dokumen. Itu adalah gambar wajah Kaisar Yu, yang memang terlihat sangat mirip dengan Yoon Jaemin.
“Dia tidak berbohong... ”
“Dia benar-benar mirip dengan Yoon Jaemin...”
“Dia menipu ku lagi...” Batin Jeno berteriak, ia merasa telah di perdaya oleh Yoon Jaemin.
Dengan langkah kaki yang berat dan penuh amarah, Wang Jeno menuju kamar Raja. Ia telah menemukan bukti yang menguatkan kecurigaannya terhadap Yoon Jaemin. Hatinya dipenuhi oleh campuran rasa sakit, kecewa, dan kemarahan yang membara. Ia harus mengungkap kebenaran.
Sesampainya di kamar Raja, ia melihat Yoon Jaemin berdiri membelakangi dirinya, postur tubuhnya kurus dan tampak lelah. Jaemin tengah memeras kain untuk membersihkan wajah Raja yang masih terbaring tak sadarkan diri. Melihat pemandangan itu, kemarahan Jeno semakin membuncah. Meskipun Jaemin terlihat sedang merawat Raja, kecurigaan Jeno tetap tak tergoyahkan.
Jeno langsung mencekal pergelangan tangan Jaemin dengan kuat, gerakan tiba-tiba itu membuat Jaemin tersentak dan menoleh. Wajah Jaemin menunjukkan keterkejutan dan kebingungan.
“Yang Mulia…?” Jaemin bertanya, dahinya berkerut heran. Ia menatap Jeno dengan tatapan yang penuh pertanyaan dan sedikit ketakutan. Ia tidak mengerti mengapa Jeno tiba-tiba bersikap seperti ini.
“Yang Mulia Raja masih belum sadar…” Jaemin menambahkan dengan suara lirih, mencoba menjelaskan situasi. Ia berusaha untuk tetap tenang, namun getaran halus dalam suaranya mengkhianati kegugupannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Vows || Nomin
FanfictionSeharusnya malam pernikahan Yoon Jaemin menjadi malam yang paling indah selama hidupnya. Namun, apa yang dia dapatkan saat Wang Jeno justru membawa budak laki-laki untuk lebih dinikmati? •Bxb •Homophobia DNI! •Historical fiksi •Tidak sesuai dengan s...
