Hari besar yang di nantikan telah tiba, saat para ksatria dari seluruh penjuru datang untuk undangan perjamuan kerajaan Joseon. Terutama untuk menyaksikan penyerahan upeti dari kerajaan Xiongnu yang saat ini telah di taklukkan.
Aula Changdeokgung terlihat begitu ramai dan dihias dengan mewah, para Raja dan Kaisar duduk berjajar dengan bahu tegap dan memancar kehebatannya masing-masing sembari menyaksikan tarian indah yang disuguhkan kepada mereka.
"Yang Mulia Raja dan anggota kerajaan telah tiba!" Suara drum dipukul keras dan semua yang berada disana terdiam saat tarian selesai dan anggota kerajaan mulai memasuki aula Changdeokgung.
Semua yang berada disana berdiri dan memberi penghormatan kepada sang Raja. Disana, Putra mahkota Wang bersama dengan istrinya— Yoon Jaemin duduk sejajar di tempat yang sudah disediakan. Tak lama dari itu, seorang lelaki bersurai panjang dengan pakaian hanfu merah muda turut duduk di sebelah Wang Jeno, tersenyum begitu anggun bak seorang putri.
Yoon Jaemin melihat bagaimana cerahnya senyuman itu dan bagaimana laki-laki itu memeluk lengan suaminya tanpa rasa bersalah, seakan-akan dialah orang asing yang berada disini. Wang Jeno pun sebagai seorang dominan, juga tak merasa keberatan saat Zhi Fengyu memeluk lengannya.
Yoon Jaemin mengambil teko mewah yang berisi anggur, berniat menuangkan cairan beralkohol itu ke cawan milik Jeno.
"Jeno..." Gerakannya terhenti saat Jeno bersuara, "Zhi-ssi, tuangkan minuman ke gelasku."
"Aku akan menuangkannya untukmu Yang Mulia. Terima kasih, aku bisa mengikuti acara besar ini." Ucap laki-laki cantik itu.
Yoon Jaemin menciut, ia terdiam dan mengamati anggur dalam cangkir miliknya. Lalu dengan genggaman erat, ia meneguknya secepat mungkin.
"Uhuk-uhuk..." Dahinya mengerut jelas saat cairan pahit sedikit manis itu membasahi kerongkongannya.
Disisi lain, ada seorang Kaisar muda yang terus memperhatikan dirinya dari meja sebrang. Yoon Jaemin membatin dan merasa tidak nyaman saat ia di tatap seperti itu. Tak sengaja ia membawa netranya untuk menatap Kaisar muda itu.
"Kenapa dia terus menatap ku?" Batinnya.
"Hai...!" Kaisar tersebut melambai dan tersenyum kikuk ke arahnya, terlihat sangat aneh di mata Yoon Jaemin.
"Yang Mulia Putra mahkota sangat beruntung memiliki teman belajar secantik ini." Ucap nya sembari mengarahkan tangannya ke arah Jaemin.
Dia adalah Shen Luo Cheng, Kaisar dari wilayah Luoyang yang terletak di padang pasir Gobi. Dengan pemandangan alam yang gersang, seperti bukit pasir yang luas, angin pasir yang kuat, dan oase yang langka.
Terletak di wilayah bagian barat dan bersebelahan dengan wilayah Xiongnu, membuat Shen Luo Cheng juga mengenal siapa laki-laki cantik yang berada di sebelah Wang Jeno.
"Zhi-ssi adalah milikku yang juga tak kalah cantik, lihatlah saudara Shen." Ucap Wang Jeno sembari menunjukan wajah cantik laki-laki berdarah Tiongkok itu.
"Dia juga sangat berbakat dalam menari tarian wilayah barat." Lanjutnya.
Shen Luo Cheng tidak tahu jika selera Wang Jeno adalah seperti mantan Pangeran Xiongnu, yang memiliki wajah menggoda seperti itu. Ia lebih tertarik kepada Yoon Jaemin, yang memiliki wajah teduh nan damai seperti bunga musim semi.
"Anda sangat beruntung, Yang Mulia." Jawab nya lalu kembali meneguk anggur didalam cangkirnya yang tinggal sedikit.
"Zhi-ssi, tunjukan tarian mu itu." Perintahnya kepada Zhi Fengyu.
"Tapi Yang Mulia, saya hanya akan menari di depan anda."
Yoon Jaemin yang mendengar ucapan Jeno terkejut, ia rasa jika hal itu tidak lah senonoh untuk di pertontonkan di acara seperti ini. Sebagai Putra Mahkota, itu bisa saja menimbulkan masalah dan desas desus baru jika Wang Jeno bertingkah sembrono. Yoon Jaemin ingin menjaga reputasi suaminya agar tetap aman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Broken Vows || Nomin
FanfictionSeharusnya malam pernikahan Yoon Jaemin menjadi malam yang paling indah selama hidupnya. Namun, apa yang dia dapatkan saat Wang Jeno justru membawa budak laki-laki untuk lebih dinikmati? •Bxb •Homophobia DNI! •Historical fiksi •Tidak sesuai dengan s...
