21. Ulang Tahun Sang Raja

1.4K 129 19
                                        

Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang Yoon Jaemin dari rasa sakit yang ia peroleh dari suaminya. Banyak pertanyaan yang muncul di kepala laki-laki itu. Kenapa ia masih mau bertahan dengan orang seperti Jeno? Kenapa ia masih tegar dan berusaha kuat setelah mendapatkan semua hinaan dan perlakuan kejam dari suaminya sendiri? Kenapa ia tidak pergi dan meninggalkan laki-laki seperti Wang Jeno?

Semua pertanyaan itu terlintas di benak Yoon Jaemin. Ia tidak menemukan satu jawaban untuk semua pertanyaan itu. Lantas, apa kelanjutan dari hubungan yang benar benar kacau itu? Semua orang mungkin memakinya, menganggapnya bodoh, tapi itu tidak akan mematahkan usahanya.

Laki-laki manis itu berjalan dengan langkah tenang di istana Jinseon. Hari ini adalah hari besar untuk Joseon karena Raja Taeso mengadakan perayaan ulang tahun untuk dirinya sendiri. Ia sudah tampil dengan cantik, pakaian hanbok berwarna biru langit dan rambut panjangnya yang digerai dihias dengan indah. Riasan wajah tipis-tipis membuatnya terlihat sangat segar dan nampak semakin manis.

Ia akan menghampiri Wang Jeno di ruangannya untuk menghadiri acara itu bersama. Senyuman di wajahnya terukir jelas menjelaskan suasana hatinya saat ini, selain itu ia juga merasa tidak sabar karena setelah beberapa lama ia akhirnya bisa bertemu dengan Ayahnya lagi.

“Jeno, apakah kamu sudah siap? Ayo kita pergi bersama.” Suara halus Yoon Jaemin mengudara.

Tak lama dari itu, pintu besar di depannya itu terbuka dan sosok tampan berdiri di hadapannya. Dengan jubah hanbok berwarna biru tua yang nampak serasi dengan pakaian yang dikenakan Yoon Jaemin.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Tanya Jeno kepada Jaemin.

Yoon Jaemin tersipu malu, jujur saja saat ini suaminya itu terlihat sangat tampan. Membuat ia menjadi salah tingkah di hadapan Jeno.

“T-tidak, ayo kita pergi.” Yoon Jaemin berujar dengan suaranya yang gugup.

Wang Jeno hanya menatapnya dengan dingin, dengan bahu tegap laki-laki itu berjalan lebih dulu dan disusul oleh Yoon Jaemin dibelakangnya.

“Berjalanlah lebih cepat! Jangan sampai tamu-tamu kerajaan menganggap kau sebagai pelayan ku.” Wang Jeno melirik dari ekor matanya saat Jaemin berjalan pelan di belakangnya.

“B-baiklah... ” Sahutnya pelan.

“Apa kau masih sakit?” Tanya Jeno kepada Jaemin.

“Aku sudah baik-baik saja Jeno, kamu tidak perlu khawatir.”

“Tcih! Kemarilah!” Dengan ketus Wang Jeno menyuruh Jaemin berdiri sejajar dengannya. Kemudian ia mengambil tangan Jaemin untuk memeluk lengannya.

Lagi dan lagi, sikap Jeno yang tiba-tiba seperti ini selalu membuat Yoon Jaemin merasa senang, meskipun dengan nada yang cuek dan ketus tapi ia suka dengan perhatian yang diberikan Jeno kepadanya.

“Jangan salah faham, aku hanya tidak mau orang-orang membicarakan kita dengan buruk.”

Meskipun begitu Jaemin tetap merasa berdebar saat bisa berjalan beriringan dengan Wang Jeno menuju aula Geunjongjeon.

Sesampainya disana sepasang suami istri itu duduk bersama tak jauh dari tempat duduk Raja. Wang Jeno tersentak saat netranya menangkap keberadaan Kaisar Shen Luo yang duduk berhadapan dengannya. Kedua tangannya mulai terkepal kuat dan giginya terkatup kuat membuat rahangnya mengeras.

Kaisar Shen Luo tak mengalihkan perhatiannya pada Yoon Jaemin semenjak Yoon Jaemin memasuki aula Geunjongjeon. Tatapannya terlihat sangat sendu, apalagi ketika menyadari jika Yoon Jaemin nampak lebih kurus daripada sebelumnya.

“Sepertinya Putri mahkota kehilangan berat badannya.” Ujar Kaisar Shen tiba-tiba.

Wang Jeno mengerutkan keningnya,

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang