Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

22. Sebuah Hadiah

1.4K 108 7
                                        

“Ayah... ”

Yoon Ryeong berdiri dan meminta Putranya itu untuk berdiri dari sujudnya, Ia berjalan dan memeluk tubuh Jaemin dengan erat.

“Saat berada di Istana Jinseon, apa kau baik-baik saja?” Tanya Jendral Yoon kepada Anaknya.

Ia khawatir melihat Jaemin yang nampak kelelahan dan tidak seperti Yoon Jaemin yang ia rawat sebelumnya. Tubuhnya yang kurus dan bibirnya yang sedikit pucat.

“Aku baik-baik saja Ayah, Jeno memperlakukanku dengan baik.” Jawab Jaemin sedikit berdusta.

“Benarkah?”

“Apa kau sakit? Kenapa kau sangat kurus...?” Yoon Ryeong menyentuh lengan Jaemin dan merasakan genggaman itu terasa sangat kecil yang membuatnya semakin khawatir.

Jaemin tidak ingin Ayahnya merasa khawatir, jadi ia berusaha menyembunyikan kesehatannya dari sang Ayah. Ia melepaskan tangan Yoon Ryeong dari bahunya.

“Aku baik-baik saja Ayah, aku hanya merasa tidak enak badan. Tapi sekarang aku sudah sepenuhnya sembuh.” Jaemin tersenyum kecil.

“Tunggu!”

Yoon Ryeong terkejut saat tidak sengaja melihat luka di tangan Jaemin. Bekas luka yang mengering dari jari-jemarinya. Pikiran Yoon Ryeong langsung memburuk saat itu juga, dan ia langsung bisa menyimpulkan dari mana bekas luka itu didapatkan.

“Ada apa dengan tanganmu? Apakah Putra mahkota yang melakukannya?!” Tuduhnya begitu saja.

“Tidak Ayah, ini adalah ulahku sendiri. Aku tidak berhati-hati.” Jaemin berusaha menyangkal, ia tidak ingin Ayahnya marah kepada Wang Jeno.

“Demi Ayah dan keluarga Yoon, kau menikah dengan Putra mahkota.”

“Ayah pikir suatu saat nanti hubungan kalian akan membaik. Tapi apa yang kau dapatkan?!”

Yoon Ryeong merasa sangat kecewa, perasaanya campur aduk, antara sedih, marah dan juga kecewa kepada Putra mahkota. Melihat anaknya diperlakukan seperti itu membuatnya sangat marah. Yoon Ryeong sebagai orang tua tunggal sangat menyayangi Jaemin, ia rela kehilangan nyawa demi anak satu-satunya.

“Ayah akan membawa mu pulang meskipun harus kehilangan nyawa!” Yoon Ryeong menarik tangan Jaemin dan membawanya menemui Putra mahkota untuk meminta penjelasan.

“Pangeran Putra mahkota!!”

Wang Jeno yang saat itu tengah ingin meneguk anggurnya langsung terhenti saat suara yang begitu lantang memangil namanya. Kedua alisnya yang tebal dan matanya yang setajam karang menatap kedatangan Ayah mertuanya bersama dengan Jaemin.

“Ada apa Jendral?” Tanya Jeno dengan suaranya yang tenang.

Ia bisa melihat ekspresi kemarahan di wajah Yoon Ryeong dan bagaimana ekspresi kekhawatiran di wajah Jaemin. Laki-laki manis itu hanya berdiri menundukan kepala di belakang Ayahnya. Wang Jeno sudah bisa mengetahui apa yang sedang terjadi.

“Sepertinya Yoon Jaemin benar-benar mengadukanku pada Ayah...” Batinnya.

“Apakah saat menikah Yoon Jaemin melalukan kesalahan kepadamu? Ataukah dia sudah melakukan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan? Apakah Yang mulia ingin menurunkan posisinya dan membuatnya merasakan sakit?” Semua pertanyaan itu ia tujukan kepada menantunya itu. Yoon Ryeong sangat marah hingga suaranya nampak tercekat.

“Apakah Jendral Yoon ingin menuntut keadilan?” Tanya Jeno kepada Jendral Yoon.

“Bukankah wajar jika seseorang sakit, menua, dan mati. Kenapa anda1 menyalahkan penyakitan Yoon Jaemin kepada saya?” Wang Jeno seakan tidak terima saat Jendral Yoon menuduhnya seperti itu. Apalagi di hadapan Ayahnya— Raja Taeso. Ia harus tetap mempertahankan kehormatannya.

Broken Vows || NominCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang